Pengakses Website Dewasa di Rusia Harus Masukkan Data Personal

Jakarta Pengunjung situs dewasa Pornhub di Rusia kini harus melakukan sign in, memasukkan data personal serta informasi passport mereka. Hal ini dilakukan pemerintah Rusia untuk mempersulit masyarakatnya mengakses situssitus pornografi.

Tak hanya memperketat akses ke situs tersebut, pemerintah juga melakukan kritik tajam terhadap laman penyedia pornografi. Keputusan ini diambil setelah pemerintah Rusia menilai situs pornografi telah mendistribusikan materi yang bersifat membahayakan perkembangan anakanak.

Seperti Tekno Liputan6.com kutip dari laman The Independent, Kamis (13/7/2017), aturan itu diikuti dengan pelarangan sepenuhnya terhadap Pornhub, situs dewasa terbesar di dunia, pada September 2016.

Namun, akhirnya larangan penutupan situs dicabut oleh pemerintah Rusia beberapa bulan lalu, yakni setelah Pornhub berkomitmen memeriksa usia pengunjungnya.

Saat ini, pengecekan usia pengunjung Pornhub diintegrasikan dengan situs media sosial Rusia VKontakte (VK). VK nantinya akan menyediakan informasi mengenai pengguna, termasuk usia dan tanggal lahirnya. Hal ini dimasukkan agar pengunjung website dewasa mudah login tanpa perlu menuliskan usia mereka.

Pornhub menuliskan pada laman resminya di VK, mereka yang enggan memasukkan informasi usia ke laman Pornhub hanya perlu sign in dengan akun media sosial.

Kendati begitu, laman Vice melaporkan, pembatasan itu berarti orang bisa saja diidentifikasi selama mereka mengakses laman Pornhub. Dengan login ke VK, semua orang harus memasukkan informasi, seperti nomor telepon serta informasi passport mereka.

Artinya, identitas siapa saja yang mengunjungi Pornhub bisa terus terpantau. Hal ini pun langsung dibantah oleh pihak Pornhub.

Dalam konfirmasinya, Pornhub menyebut pihaknya tidak menyimpan informasi pribadi apapun yang berasal dari VK. Selain itu, jejaring sosial Rusia itu juga tak akan bisa melihat apakah permintaan masuk itu berasal dari Pornhub atau bukan.

Tak hanya pemerintah Rusia, pemerintah Inggris pun menuturkan, besar kemungkinan mereka juga akan mengadopsi aturan serupa. Tujuannya sama, yakni memperketat pengunjung di bawah 18 tahun untuk mengakses situs dewasa. *