Buaya Tanpa Kepala3 Misteri Jejak Hewan di Makam Kuno Mesir

Jakarta Sungai Nil seringkali disebut sebagai sungai terpanjang di dunia yang mengalir melewati 11 negara. Sungai purba itu telah melewati beberapa peradaban.

Banyak pertempuran terjadi di tepitepinya. Banyak temuan pengubah sejarah dari beberapa kuburan di sana, tapi tak semuanya bisa dijelaskan.

Salah satunya seperti dikutip dari Listverse.com pada Sabtu (15/7/2017), yakni temuan para ahli arkeologi pada 2015 di Armana berupa kuburan para buruh yang semasa hidup diduga menderita karena kerja berat, kekurangan makan, dan cedera.

Lainnya temuan berupa kerangka penuh cedera milik beberapa anak dan remaja lelaki dan perempuan berusia 7 hingga 15 tahun. Yang tertua berusia 25.

Jasadjasad mereka diduga kuat dilempar begitu saja dalam liang lahat. Sejumlah pakar menduga mereka adalah para budak sehingga diperlakukan seperti komoditi. Mereka berasal dari beragam latar belakang.

Selain itu ada pula temuan 40 makam wanita dan anakanak keluarga para awak kapal Laksamana Muda Horatio Nelson dari Inggris , saat konfrontasi dengan Prancis pada 1798.

Walaupun ada hukum kelautan yang melarang membawa keluarga, segelintir perwira membawa keluarganya berlayar. Ketika bertempur, para anggota keluarga diperbantukan, misalnya untuk membantu mengisi mesiu ke dalam meriam seperti dijelaskan dalam catatan harian pelaut bernama John Nicoles.

Tidak ada wanita yang dapat diidentifikasi, tapi ada satu peti mati yang memiliki besi berukir huruf “G”, yang mungkin berkaitan dengan seorang wanita Skotlandia di kapal HMS Goliath atau 2 wanita lain yang ada dalam buku catatan tugas Angkatan Laut.

Selain temuan kerangka manusia, ada pula jejak hewan yang ditemukan di dekat Sungai Nil. Berikut ini ulasannya: