Gemar Intip Perempuan Mandi, Guru SD di Singapura Dibekuk Polisi

Guru sekolah dasar di Singapura, Wong Loo Wah harus mendekam di dalam penjara selama 24 minggu. Ia ditangkap karena tindakan asusila dengan merekam aktivitas pribadi seorang rekan wanitanya.

Tak hanya itu, pria berusia 33 tahun diduga telah melakukan aksi serupa kepada 40 wanita lainnya.

Dikutip dari laman Straits Times, Sabtu (22/7/2017), Wong menghadapi 47 tuduhan atas tindak asusila. Tetapi, ia hanya mengakui enam tuduhan saja.

Tuduhan itu dijatuhi kepada Wong Loo Wah bukan tanpa alasan. Pasalnya, polisi menemukan 1.879 video dan 765 foto cabul di telepon genggam, laptop dan hard disk portable miliknya.

Wakil Jaksa Penuntut Umum Xin Ying mengatakan, korban pertamanya adalah seorang wanita berusia 26 tahun yang ia kenal melalui situs kencan online.

Pada 7 Desember 2015, Wong menemui gadis tersebut di pusat perbelanjaan Nex di Serangoon Central. Kala itu, Wong berjalan disamping perempuan dan secara diamdiam menyalakan rekaman video dari ponselnya.

Ketika berada di eskalator, ia berdiri di tangga yang lebih rendah. Sambil memegang telepon, ia merekam bagian pangkal paha korban yang saat itu menggunakan rok mini.

Praktik serupa juga diungkap oleh JPU setempat. Dari rekaman video yang berhasil Wong rekam pada 8 Desember 2015, menunjukkan rekaman seorang wanita berusia 25 tahun yang tengah mandi di toilet umum.

Secara diamdiam, Wong meletakkan alat rekamnya di selasela dinding toilet.

Rekaman itu juga menunjukkan reaksi wanita yang kaget setelah mengetahui ada seseorang yang mengintipnya. Setelah ketahuan, Wong langsung melarikan diri dan selamat dari serbuan warga.

Dalam proses peradilan, pengacara Wong, Kalidass Murugaiyan mengatakan bahwa kliennya menderita gangguan voyeuristik dan sedang menjalani perawatan dari seorang psikiater dan psikolog.

Voyeuristik adalah salah satu jenis kelainan seksual. Seseorang yang mengalami voyeuristik akan mendapat kepuasan seksual ketika mengintip orang lain tanpa busana atau tengah melakukan aktivitas seksual.