Menguji Potensi Mercedes-Benz E-Class Rakitan Lokal

Performa:

Setelah puas melihat eksterior, interior, dan fitur, tiba saatnya menggeber mobil ini menuju Bandung. Duduk di bangku pengemudi, jok begitu empuk dan memeluk badan dengan sempurna. Pengaturan bangku juga sudah sangat lengkap, dan terdapat di door trim.

Injak rem, nyalakan mesin dengan startstop engine, mobil siap dipacu. Meninggalkan National Golf di Senayan, Jakarta Pusat, membelah jalur perkotaan dengan lalu lintas padat, handling mobil ini sangat mudah dikendalikan.

Tidak ada hambatan untuk melewati jalan perkotaan, terlebih dengan lima gaya berkendara yang ditawarkan, yaitu eco, comfort, sport, sport , dan individual.

Memasuki jalur bebas hambatan, kini saatnya menggeber mobil asal Jerman ini. pindah konfigurasi ke sport dan sport , kecepatan 100 sampai 120 km/jam sangat cepat diraih. Perpindahan transmisi 9GTronic juga sangat halus, dan nyaris tidak terasa.

Namun, dengan kecepatan 80 sampai 120 km/jam, transmisi 9GTronic hanya akan sampai di gigi 8, sedangkan gigi 9 baru masuk jika kecepatan menyentuh angka lebih dari 120 km/jam.

Untuk diketahui, keduanya dipersenjatai dengan mesin empat silinder berkapasitas 1.991 cc. Dengan mesin tersebut, mobil ini mampu menghasilkan daya sebesar 245 Tk pada 5.500 rpm. Untuk torsi maksimal sebesar 370 Nm pada 1.200 sampai 4.000 rpm.

Spesifikasi tersebut untuk E 300, sedangkan untuk E 250 mampu menghasilkan daya hingga 211 Tk pada 5.500 rpm dan torsi 350 Nm pada 1.200 sampai 4.000 rpm.

Untuk mendapatkan tenaga maksimal, untuk E 300 sudah bisa didapat pada rpm 1.200, sedangkan untuk E 250 baru terasa pada rpm 1.400. Selama perjalanan, pengemudi dan penumpang juga merasakan kesenyapan kabin yang cukup mumpuni.

Selain itu, untuk suspensi, karakter EClass sebagai mobil mewah cukup terasa, dengan bantingan yang terbilang sangat empuk, bahkan ketika melewati jalanan yang sedikit bergelombang atau rusak, padahal ini tetap sebuah sedan.