Ekspresi Malu-malu Calon Paskibraka 2017 Penerima Kalung Tulang

Kabar buruk melanda asrama Paskibraka 2017 saat jam makan siang. Tanpa sepengetahuan peserta didik, para pembina sudah memegang sejumlah nama yang berhak dihadiahi kalung garuda dan kalung tulang ayam.

Kalung garuda diberikan untuk kamar yang bersih. Sedangkan tulang ayam adalah hadiah buat calon Paskibraka 2017 yang malas bersihbersih dan tidak kreatif.

Rupanya, selama calon Paskibraka Nasional 2017 latihan baris berbaris di lapangan, semua pembina turun tangan mengecek setiap kamar yang berada di setiap lantai. Hasil yang didapat pun sungguh mengagetkan. Baik Bunda Nina, Ophi, dan Wahyu masih menemukan banyak peserta Diklat Paskibraka 2017 yang malas bebenah.

“Ada yang kaosnya diletakkan di mana, pakaian bekas latihan digeletakkan begitu saja, dan lainlain,” kata Bunda Nina kepada Diary Paskibraka Liputan6.com, Jumat (28/7/2017)

Kalung tulang ayam jatuh ke penghuni kamar B401 (Ferina Julia Syarif dari Kalimantan Timur dan Fira Alsa Marchiana dari Sulawesi Tengah), sementara dari kelompok putra adalah A205 (Filipus Randy Djogo dari NTT dan Adiwijaya Rahmat perwakilan Sulawesi Barat). Dan, penerima kalung garuda adalah B306 (Kloria Marau, Papua Barat dan Kalimantan Utara, Hasmarani) dan A208 (Rianto Fajriansyah dari Bengkulu dan Muhammad Naufal Ramadhan, calon Paskibraka 2017 dari Jawa Barat)

“Kalung itu harus terus dipakai. Kecuali saat latihan, harus dilepas, dan diserahkan ke bunda agar disimpan,” pesan Bunda Nina.

Menurut Bunda Nina, masih banyak di antara mereka yang kurang kreatif. Cendera mata yang seharusnya mereka pajang malah ditutup dengan kain. “Dan, pakaian daerahnya dirapikan, dibikin kamar itu semenarik mungkin,” kata Bunda Nina lagi.

Sedangkan untuk penempatan foto, Bunda Nina berharap para calon Paskibraka 2017 menaruh foto keluarga agar termotivasi dan lebih giat berlatih.”Jangan foto pacar yang dipajang,” canda Bunda Nina.