Korut Luncurkan Rudal, Korsel Khawatir Ekonominya Tertekan

Uji coba peluncuran rudal yang dilakukan oleh pemerintah Korea Utara (Korut) meningkatkan kecemasan dari berbagai pihak. Salah satunya adalah pemerintah Korea Selatan. Mereka menganggap, uji coba rudal ini bisa menekan perekonomian yang ada di negaranya.

Pada Senin lalu, berbagai badan dan instansi pemerintah Korea Selatan seperti Kementerian Strategi dan Keuangan Korea Selatan, Komisi Jasa Keuangan Korea Selatan, dan Bank of Korea (BOK) mengadakan pertemuan darurat. Mereka membahas langkah yang harus diambil untuk menghadapi potensial agresi dari Korea Utara.

“Ada beberapa kemungkinan bahwa risiko agresi militer Korea Utara dapat berkembang, seperti masalah pasar yang akan ikut merasakan gejolaknya, jika nantinya terjadi provokasi lebih banyak dari Pyongyang dan tanggapan yang lebih kuat oleh negaranegara terkait,” jelas pihak Kementerian Keuangan Korea Selatan, seperti dikutip The Korea Times, Rabu (2/8/2017)

Meski apa yang dilakukan Korea Utara bisa memberikan dampak bagi negara tetanggnya, potensi tersebut masih belum terlalu terasa. Keadaan fluktuatif terjadi di pasar saham di Korea Selatan. Ada kenaikan dan penurunan yang tidak terlalu besar.

Berdasarkan data dari Bursa Korea (Korea Stock Exchange) pada awal pekan ini, Indeks KOSPI (Korea Composite Stock Price Index) atau indeks saham gabungan turun 8,97 poin atau 0,37 persen dari saham gabungan pekan lalu, menjadi 2.392,02 poin, dengan ditutup pada level 2.402,71 poin. Selain itu, nilai won Korea awal pekan ini sempat melemah di posisi 1.124,4 won melawan dolar Amerika Serikat.

Sebagai informasi, Korea Utara kembali melakukan peluncuran rudal balistik pada 28 Juli 2017. Rudal balistik antarbenua meluncur dengan jarak jangkauan mencapai 1.000 kilometer (km) dan kecepatan tempuh 3.700 km sebelum akhirnya mendarat di Laut Jepang. Butuh 45 menit untuk mencapai laut itu.

Peluncuran untuk uji coba ini dipantau serius oleh Amerika Serikat, Rusia, Jepang, dan Korea Selatan. Rudal ICBM yang diluncurkan Korea Utara itu merupakan jenis terbaru dari sebelumnya. Hal itu terbaca dari kemampuan jarak tempuhnya.