Turis Diseret Beruang Lapar, Dicabik-cabik, tapi Selamat

Berhatihatilah jika tengah berada di area kandang binatang buas. Anda tetap perlu waspada, meski hewan itu berada di balik pagar beton.

Jika tidak, nasib Anda bisa seperti seorang wisatawan asal Thailand yang satu ini. Ia terjatuh ke dalam kandang beruang hitam, diseret lalu dicabikcabik, meski akhirnya berhasil diselamatkan.

Seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (3/8/2017), peristiwa itu ternyata bermula dari ulah turis yang menggoda seekor beruang dengan makanan.

Naiphum Promratee menggantung mangkuk nasi ke kandang hewan itu dengan menggunakan tali, saat mengunjungi kuil yang memelihara beruang di Provinsi Phetchabun, Thailand.

Saat beruang itu sudah memasukkan makanan itu ke mulut, pria itu lalu menariknya.

Tingkahnya ternyata membuat membuat marah si beruang, yang kemudian berdiri dengan kaki belakang lalu menyeret penggodanya ke dalam kandang. Mamalia buas itu kemudian mencabikcabik beberapa bagian tubuh si pria yang tak sadarkan diri, dengan gigigiginya yang tajam.

Aksi pengalihan perhatian untuk menyelamatkan Promratee dengan menakuti si beruang menggunakan tongkat pun siasia. Begitu juga saat air dingin disiramkan ke arahnya.

Si beruang malah terus menggigit dan mencabik Promratee hampir semenit sebelum mulai menyeretnya menuju kandang di bagian belakang.

Salah seorang dari kelompok turis kemudian berlari ke dalam kandang dan memukul beruang itu di dalam sangkarnya dengan sebuah tongkat, sementara temantemannya bergegas menyelamatkan Promratee.

Layanan darurat tiba setelah pukul 11.00 waktu setempat dan membawa pria 36 tahun dalam kondisi bersimbah darah ke rumah sakit.

Kini dia dikabarkan sudah mulai pulih dan dapat berbicara.

Belakangan beredar video detikdetik saat beruang menyerang Promratee dan menjadi viral.

Beruntung Selamat

Bpae Permpoonsap dari layanan penyelamatan Khon Khao Koo Pai, mengatakan, “Kami menerima sebuah laporan hari ini tentang serangan beruang pukul 11.10.”

“Beruang itu termasuk beberapa binatang lain yang diangkat oleh para biarawan di kuil. Pria itu pergi ke kuil bersama empat atau lima temannya dan dia sedang bermainmain dengan beruang itu,” katannya.

Ia menambahkan, “Si beruang menariknya masuk kandang dan menyerangnya. Saat kami tiba, orang itu dalam kondisi terluka serius. Dia bersama temantemannya ingin memberi makan hewanhewan itu.”

“Dia beruntung bisa bertahan. Kini ia dirawat di rumah sakit dan sudah bisa berbicara.”

Para biarawan memelihara sekitar dua lusin babi hutan di kandang, dan seekor beruang di sangkar. Mereka merawatnya dan memperbolehkan para tamu memberi makan binatang buas tersebut.

Bpae mengatakan bahwa babi hutan itu berada di luar di lapangan terdekat di kuil, sementara si beruang berkeliaran di sekitar kandang saat diberi makan.

Sehari sebelum serangan tersebut, kepala biara di kuil Wat Luang Phor Lamai telah mengeluarkan imbauan bahwa beberapa makhluk buas itu dalam kondisi lapar karena mereka tidak diberi cukup makanan. Namun peringatan itu tak diindahkan oleh sekelompok turis.

Promratee kabarnya mengunjungi kuil setelah mendengar kabar soal makhluk tersebut.
Kuil tersebut dikabarkan tengah meminta sumbangan dari masyarakat untuk memberi makan hewan.

“Jika Anda mengejek seekor beruang lapar, Anda mungkin akan terluka,” ujar seorang juru bicara People for the Ethical Treatment of Animals (PETA).

“Beruang adalah predator kuat di alam liar yang menghabiskan sebagian besar waktunya mencari makan dan menjelajahi wilayah yang bisa mencakup ribuan mil dan orang yang cukup pintar akan menghormatinya dan tidak mengusik hewan itu.”

“Mereka sangat menderita saat terjebak dalam kandang beton yang tandus, menyangkal segala sesuatu yang alami… seringkali kondisi itu membuat mereka frustrasi.