Sejak Indonesia Merdeka, 261 Desa Riau Belum Bebas dari Kegelapan

Sebanyak 261 desa di Provinsi Riau, ternyata belum merdeka dari kegelapan karena belum dialiri listrik. Namun, jumlah desa itu terus dikurangi Perusahaan Listrik Negara (PLN) setiap tahunnya dengan menginvestasikan Rp 49 miliar pada 2017.

Menyambut Hari Ulang Tahun ke72 Republik Indonesia (HUT RI) dan Hari Jadi ke60 Provinsi Riau, tahun ini ada 17 desa yang dialiri listrik. Belasan desa ini terdapat di enam kabupaten di provinsi berjuluk Bumi Lancang Kuning.

“Tahun ini PLN gelontorkan Rp 49 miliar membangun infrastruktur listrik di 17 desa di enam kabupaten,” ucap Kepala Divisi Operasi PLN Direktorat Bisnis Regional Sumatera Supriyadi di Pekanbaru, Rabu, 9 Agustus 2017.

Supriyadi menjelaskan, investasi ini bertujuan memacu pertumbuhan ekonomi desa agar kehidupan warga semakin baik seiring terpenuhinya kebutuhan listriknya‎. Setelah 17 desa ini, PLN menargetkan 99 desa bakal dialiri listrik pada tahun ini.

Listrik masuk desa bisa cepat terwujud bila PLN bersama pemerintah daerah bersinergi dalam menyelesaikan permasalahan yang selama ini dialami oleh PLN. “Salah satunya pembebasan lahan untuk pembangunan infrastruktur listrik,” kata Supriyadi.

Supriyadi mengatakan pula, adanya sinergi kuat antara PLN dan pemerintah daerah seperti yang telah ditunjukkan selama ini, maka wujud Riau Terang di tahun 2019 dapat dicapai dan ekonomi desa semakin membaik.

Ia menambahkan, kondisi kelistrikan di Pulau Sumatera saat ini semakin membaik dibandingkan tahun 2015. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan kebutuhan listrik tahun 2016 yang mencapai angka sembilan persen, bahkan di Riau mencapai 11 persen.

Di Sumatera, ada 28.559 desa dan sudah berlistrik awal tahun 2017 sebanyak 27.583 desa. Namun, masih ada 976 desa yang belum berlistrik. “Dari jumlah tersebut, 261 desa ada di Riau,” ia menerangkan.

Supriyadi berharap, kerja sama yang terjalin baik selama ini dapat diteruskan agar upaya mewujudkan Riau Terang di tahun 2019 dengan 100 persen desa berlistrik bisa terwujud.

“Dan kerja sama ini menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan semenjak gubernur, kajati, dan kapolda bersamasama PLN menyelesaikan permasalahan pembebasan lahan tapak tower transmisi,” ujar dia.

Hasil nyatanya terlihat di Sumatera, yaitu kebutuhan listrik sudah tercukupi, termasuk di Riau. Bahkan, sudah ada tambahan empat gardu induk di Riau. “Alhasil, kami tidak ragu lagi dalam mengajukan permohonan pasang baru (gardu induk),” kata Supriyadi.