PDIP Tegaskan Tutup Dialog Pilkada Jabar 2018 dengan Ridwan Kamil

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristyanto mengaku, partainya tak akan mengusung Ridwan Kamil dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat atau Pilgub Jabar 2018 mendatang.

Itu karena Wali Kota Bandung tersebut telah mengambil keputusan untuk diusung Partai Nasdem untuk maju sebagai calon gubernur Jabar 20182023.

“Maka kami tidak bisa untuk melanjutkan dialogdialog bagi mereka yang telah memutuskan untuk menjadi calon gubernur tanpa melibatkan kami,” ujar Hasto di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (13/8/2017).

Hasto mengaku, kepercayaan diri PDI Perjuangan sangat tinggi untuk bisa mengajukan cagub dari kadernya. Menurutnya, PDIP merupakan partai pilihan warga Jabar pada saat Pemilu 2014 lalu.

“Tentu saja dalam perspektif yang ideal kami menargetkan posisi gubernur karena kami bisa maju sendiri. Tapi harapan dan keinginan politik kami dibatasi oleh kehendak rakyat,” kata dia.

Menurut Hasto, kepercayaan diri tersebut terbentur dengan harapan dan keinginan rakyat sehingga PDIP harus berkoalisi dengan partai besar lainnya.

“Ketika kami menyurvei kaderkader kami dalam elektabilitas, dan kami dorong untuk menang, itu ternyata dari sisi elektabilitas mengharuskan kami bekerja sama dengan kekuatan partai politik lain. Tentu saja di situlah kami akan bicara posisi politik yang terbaik. Bisa sebagai gubernur, bisa sebagai wakil gubernur,” kata dia.

Sebelumnya, PIDP telah menjalin komunikasi politik dengan Partai Golkar yang mengusung Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi untuk maju di Pilgub Jabar 2018. Namun, hingga saat ini, belum ada keputusan resmi dari PDIP terkait koalisi tersebut.