Ketum PAN: 72 Tahun Indonesia Dikepung Banyak Salah Paham

Bandung Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengatakan, Indonesia banyak dikepung oleh kesalahpahaman. Salah satu yang paling serius adalah menganggap bahwa beragama berarti menjauh dari berbangsa.

“Di tengah perayaan 72 tahun kemerdekaan, negeri kita tercinta Indonesia dikepung oleh banyak salah paham. Salah paham pertama sungguh serius. Tunduk pada ajaran agama dipandang sebagai tak bersetia pada paham kebangsaan,” ujar Zulkifli Hasan dalam kata sambutannya dalam pembukaan Rakernas PAN di Hotel Asrilia Bandung Jawa Barat, Senin (21/8/2017).

Salah paham kedua, yang tak kalah serius, kata Ketua MPR itu adalah adanya label yang memisahkan antarkelompok masyarakat di Indonesia. Hal inilah yang dapat memecah demokrasi.

“Kontestasi politik digunakan untuk memberi label sekaligus memisahmemisahkan kelompok dalam masyarakat.Kekalahan atau kemenangan dalam kontestasi politik adalah hal biasa dalam demokrasi. Tidak sepatutnya kalah atau menang itu dijadikan alat untuk mengkotakkotakkan kelompokkelompok dalam masyarakat,” jelasn pria yang akrab disapa Zulhas ini.

Selain itu, salah paham lainnya adalah kekeliruan dalam memahami dan memaknai sejarah bangsa Indonesia. Menurut Zulhas, kesalahpahaman ini dikhawatirkan dapat mengancam keutuhan bangsa Indonesia.

Untuk itu, sebagai ketua umum dia mengajak kader PAN dan masyarakat Indonesia agar menjaga persatuan di tengah kemajemukan bangsa.

“Inilah saatnya segenap komponen bangsa merasa terpanggil untuk bersama sama, bahu membahu, bergandengan tangan, bekerja sama dan bekerja bersamasama menjahit kembali merah putih,” tandas Zulhas.

Dalam pembukaan Rakernas ini, turut hadir Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, Ketua Majelis Pertimbangan PAN Soetrisno Bachir, Sekjen PAN Edy Suparno, serta politisi PAN.

Selain itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, dan 5.000 kader PAN dari seluruh Indonesia hadir pula dalam Rakernas ketiga ini.