Penyidik Siap Beberkan Pemeriksaan Remaja Penghina Jokowi-Kapolri

Pihak kepolisian terus memeriksa remaja yang menjadi tersangka kasus penghinaan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian melalui media sosial (medsos) Facebook. Tersangka atas nama Muhammad Farhan Balatif adalah pengelola akun Facebook Ringgo Abdullah yang melancarkan ujaran kebencian terhadap Presiden Jokowi dan Kapolri.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Sandi Nugroho mengatakan, akun medsos maupun alat yang digunakan remaja berusia 18 tahun itu untuk melancarkan ujaran kebencian ataupun penghinaan terhadap Kepala Negara dan pimpinan Polri sangat berkaitan. Barang bukti yang disita seperti komputer jinjing dan telepon seluler atau ponsel saat ini tengah dalam pemeriksaan.

“Seluruh barang bukti sedang diforensik. Nanti disimpulkan, dan digabungkan hasil forensik yang ada. Setelah itu akan disampaikan,” kata Sandi, Minggu malam, 20 Agustus 2017.

Sebelumnya, Polrestabes Medan mengungkap dugaan penghinaan terhadap Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian melalui medsos Facebook. Dalam pengungkapan, seorang remaja bernama Muhammad Farhan Balatif diringkus.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting mengatakan, penangkapan terhadap remaja berusia 18 tahun itu berawal dari Laporan Polisi Model A Nomor: LP/444/VII/2017Reskrim tanggal 16 Juli 2017. Pelapor atas nama Brigadir Ricky Swanda.

“Pelapor awalnya membuka Facebook pada tanggal 14 Juli 2017, sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu pelapor melihat status pelaku di Facebook atas nama Ringgo Abdillah menuliskan katakata bernuansa menghina Jokowi dan Kapolri,” kata Rina.

Selanjutnya, Brigadir Ricky Swanda membuat laporan ke Satuan Reskrim Polrestabes Medan dan keluar Surat Perintah Penyelidikan Nomor: SP.Lidik/1556/VII/2017/Reskrim tanggal 16 Juli 2017, serta Surat Penyidikan Nomor: SP. Sidik/1597/VII/2017/Reskrim tanggal 16 Juli 2017.

“Saat dilakukan penyelidikan melalui sarana ITE, diketahui pelaku berstatus pelajar SMK bermukim di Jalan Bono, Nomor 58 F, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan,” sebut Rina.

Setelah mengetahui identitas dan rumah terduga penghina Presiden Jokowi dan Kapolri tersebut, polisi kemudian membentuk Timsus Penyelidik dan Timsus Penyidik dan menggelar proses penyidikan dengan memeriksa saksisaksi sebanyak tiga orang. Polisi juga mengajukan permohonan izin khusus penyitaan dan penggeledahan ke Pengadilan Negeri Medan serta permintaan ke ahli bahasa, ahli informasi dan transaksi elektronik (ITE) ke Universitas Sumatera Utara.