Menkumham: Sistem Hukum Indonesia Belum Sempurna

Kasus yang menimpa Yusman Telaumbanua mengingatkan banyak pihak akan perlunya perbaikan dalam sistem hukum Indonesia. Yusman yang divonis hukuman mati akibat membunuh dua orang, ternyata selama proses penyidikan berlangusung mengalami banyak kejanggalan. Seperti rekayasa umur agar pelaku bisa dihukum layaknya orang dewasa.

Kasus Yusman yang diadili saat masih di bawah umur itu pun memunculkan desakan agar pemerintah mempertimbangkan kembali penerapan hukuman mati. Sehingga tidak ada lagi orang yang dihukum mati karena proses hukum yang tidak benar.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Lauly mengakui, sistem hukum di Indonesia memang tidak sempurna. Sehingga masih ada celah yang kerap digunakan pihak tak bertanggung jawab untuk melakukan hal di luar hukum.

“Di manamana juga tidak ada yang sempurna, bukan hanya terjadi di Indonesia, di Amerika juga pernah, sudah mau suntik mati, dibatalin, ada bukti baru, pernah kejadian,” kata Yasonna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/8/2017).

Khusus untuk kasus Yusman, dia mengatakan, sudah pernah bertemu langsung saat berkunjung ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Politikus PDIP itu melihat langsung secara fisik, Yusman tampak seperti anakanak.

“Dan waktu itu saya katakan, sudahlah nanti dibantu PK (peninjauan kembali). Setelah diadakan penelitian memang benar. Tidak ada yang sempurna,” ujar Yasonna.