Serangan Koalisi Pimpinan Arab Saudi di Yaman Tewaskan 48 Orang

Beberapa hari lalu, serangan udara koalisi Saudi juga menewaskan sedikitnya 12 warga sipil, termasuk di antaranya anakanak.

Koordinator Kemanusiaan Inggris di Yaman, Jamie McGoldrick, dan kelompok lainnya mengungkap “keprihatinan mendalam” atas serangan koalisi pimpinan Saudi, di mana ia menuding pasukan koalisi telah melanggar hukum internasional.

“Itu adalah contoh dari kebrutalan di tengah konflik. Semua pihak dalam konflik terus menunjukkan ketidakpedulian terhadap perlindungan warga sipil dan prinsip pembeda antara warga sipil dan kombatan,” ungkap McGoldrick.

“Seperti yang telah saya katakan sebelumnya, bahkan perang harus memiliki aturan, dan aturan itu harus dihormati,” tambahnya, seperti dikutip dari Independent pada Senin, 7 Agustus 2017.

Kelompok Houthi diketahui menguasai sebagian besar wilayah utara Yaman. Sanaa, ibu kota negara, juga tak luput dari serangan udara Arab Saudi sejak koalisi pimpinan negara itu terlibat dalam perang saudara pada Maret 2015.

Saudi cs menentang apa yang mereka nilai sebagai upaya Iran untuk memperluas pengaruhnya di Yaman.

Perang saudara di Yaman telah memicu krisis kemanusiaan terburuk dalam sejarah dunia modern, di mana konflik menggusur lebih dari tiga juta orang dan membunuh setidaknya 10.000 orang. Sebagian dari mereka kehilangan nyawa karena kelaparan atau wabah kolera yang terus memburuk belakangan.