Cegah Ekstremisme, Universitas Al Azhar di Mesir Bikin Kios Fatwa

Pejabat terkemuka di Universitas Al Azhar Mesir, Sheikh Ahmed Tayeb, menilai ulamaulama yang menyampaikan khotbah yang mendorong aksi kekerasan sebenarnya tidak menggambarkan Islam secara keseluruhan.

“Islam tidak boleh dianggap sebagai agama teroris hanya karena beberapa pengikutnya telah membajak sejumlah ayat, dan salah menafsirkannya untuk membunuh dan menumpahkan darah orangorang yang tidak bersalah,” ujar Tayeb.

Presiden Mesir Abdel Fattah el Sissi juga menyerukan untuk mereformasi atau memperbarui wajah Islam, sehingga memproyeksikan citra yang lebih ramah.

Salah satu cara baru yang dilakukan para ulama yang memiliki kaitan dengan Al Azhar, untuk mencegah ekstremisme, adalah dengan memberikan nasihat keagamaan kepada penumpangpenumpang yang sedang transit di sebuah kios “fatwa” di stasiun Metro Kairo.

Sheikh Mohamed Zaki, kepala pengkotbah di Al Azhar, mengatakan pada VOA bahwa meskipun keyakinan utama Islam tidak bisa diubah, citra dan penerapannya harus disesuaikan dengan kehidupan seharihari.

“Setiap generasi harus mendapat manfaat dari ajaran Islam, yang intinya tidak berubah sebagaimana yang disampaikan Allah, tetapi tetap relevan seperti layaknya ranting baru pada dahan sebuah pohon,” kata Zaki.