BRI Sebut Gangguan Satelit Telkom Tak Berdampak ke Operasional

Jakarta Gangguan yang dialami oleh satelit Telkom tidak berdampak [pada operasional Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank BRI. PT Bank BRI Tbk (BBRI) menyatakan layanan pada nasabah tidak terganggu peristiwa tersebut.

Direktur Teknologi dan Digital Bank BRI Indra Utoyo mengatakan, sejumlah ATM Bank BRI memang menggunakan layanan satelit Telkom I. Namun, ATM tersebut berada di daerahdaerah remote, atau bukan di kota besar.

“Tak mengganggu operasional dan tak terlalu berdampak. Kebanyakan satelit Telkom I itu kita gunakan di remote area. Sekarang sedang dicarikan jaringan alternatif,” tutur Indra, Minggu (27/8/2019).

Dari total 24 ribu ATM Bank BRI, yang terkena pengaruh dari gangguan satelit ini hanya sekitar 300 ATM dan 130 kantor unit. “Jadi kecil sekali pengaruhnya,” tuturnya.

BRI, lanjutnya, tengan mempercepat batch mugrasi terakhir dari ATM yang masih menggunakan satelit Telkom I ke BRISat.

Sebelumnya, Telkom menyatakan, Jumat kemarin telah terjadi anomali pada satelit Telkom 1 yang berakibat pada pergeseran pointing antena sehingga semua layanan transponder dari satelit itu terganggu.

Sebagai langkah antisipasi dan untuk kontinuitas kualitas layanan kepada pelanggan, Telkom saat ini melakukan recovery layanan transponder dengan mengalihkan sejumlah pelanggan ke transponder satelit Telkom 3S dan satelit lainnya.

Satelit Telkom 1 diluncurkan pada 13 Agustus 1999. Satelit tersebut diproduksi Lockhead Martin dari Amerika Serikat dan peluncurannya dilakukan oleh Arianespace dari Eropa. Satelit Telkom 1 memiliki kapasitas 24 transponder, dan beroperasi pada frekuensi CBand.