Dua Solusi Kemenhub Atasi Kemacetan, Apa Saja?

Kemacetan di Jabodetabek seakan tidak ada habisnya. Berbagai solusi sudah dipraktikkan, mulai dari jalur 3 in 1, ganjilgenap, hingga pembatasan kendaraan roda dua di ruas jalan tertentu. Kemacetan juga diperparah dengan pembangunan infrastruktur yang sering dilewati oleh kendaraan bermotor, terutama di jamjam sibuk.

Menanggapi hal ini, Kemenhub dalam keterangan tertulis menawarkan dua solusi.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan untuk mengurai kemacetan Jabodetabek, maka ada dua hal yang perlu didorong dan menjadi keharusan. Hal itu adalah pengaturan waktu terkait kendaraan serta mempromosikan penggunaan kendaraan umum berskala besar.

Seperti yang disampaikan tadi, ada yang menjadi dorongan dan keharusan, yaitu pengaturan waktu berkaitan dengan kendaraan dan kedua kita promosikan kendaraan umum berskala besar seperti bus, karena itu bisa mengangkut banyak, ucap Menhub selepas menghadiri acara diskusi Mengurai Kemacetan di Jabodetabek, yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) di Kantor Pusat kementerian Perhubungan Jakarta, Kamis (24/8).

Menurut dia, kendaraan umum berskala besar dapat mengurai kemacetan apabila sudah dioptimalkan. Dengan begitu, pengendara yang terkena dampak pelarangan melintas di jalan tertentu dapat mengandalkan transportasi umum. Apabila kita telah menyelesaikan transportasi massal seperti LRT, MRT dan BRT, tapi jika pada saat sekarang tibatiba melarang kendaraan tersebut dapat membuat suasananya menjadi tidak konsekuen. Jadi saya cenderung melakukan prosesnya secara bertahap, ujar Menhub.