Nama Bayi Indonesia Sempat Bikin Ngambek Sang Ibu Usai Persalinan

Boyolali Bayi bernama Indonesia lahir pada Kamis, 17 Agustus 2017. Penamaan bayi berbobot 4 kilogram itu tak langsung disetujui karena muncul perdebatan dalam keluarga. Pihak keluarga yang tidak setuju sempat khawatir jika si bocah keberatan nama negara itu.

Kuncora Bambang Nugraho, sang ayah, menjelaskan sebulan sebelum hari lahir putra keduanya, ia sudah merangkum namanama yang diperuntukkan bagi si bayi. Ada beberapa nama alternatif disiapkan, yaitu Nobel Zamzam Nugraha, Kiano Abrisam Nugraha, Alam Kusuma Nagara, dan Dastan Baskoro.

“Dari rembukan bareng istri, rencananya akan diberi nama Kiano Abraham Nugraha yang merupakan rangkuman dari pilihan nama alternatif. Meski ada nama itu, nama Indonesia tetap jadi pilihan utama bagi saya, ” kata dia ketika ditemui di rumahnya di Mojosawit, Sawit, Boyolali, Rabu 30 Agustus 2017.

Polemik pemilihan nama berlanjut usai persalinan. Sang ayah berkeras dengan nama Indonesia, sementara ibunya Lilis Setiawati yakin dengan rencana awal jika buah hati keduanya ini diberi nama Kiano Abrisam Nugraha.

Lilis Setiawati mengakui sempat ngambek lantaran sang suami tidak memberitahukan kepadanya bahwa nama Indonesia sudah disematkan pada sang anak. Ia justru tahu nama anak dari suster dan dokter.

“Saya enggak ngeh, kalau nama bayinya Indonesia. Setahu saya namanya ya rencana awal (Kiano Abrisam Nugraha), ” kata Lilis yang berprofesi sebagai guru PAUD ini.

Kuncora mengakui jika istrinya sempat marah dengannya. Bahkan saat di rumah sakit, istrinya menutup muka saat menemuinya. “Lha saya datang, malah mukanya ditutupi. Tapi setelah dijelaskan, akhirnya istri menerima. Karena juga nama Indonesia ini juga baik, banyak yang mendoakan, ” ujar dia.

Perdebatan penamaan bayi Indonesia bukan hanya terjadi pada ia dan istrinya. Kuncora harus menjelaskan sendiri kepada mertuanya mengenai nama Indonesia. Mertua takut jika si anak keberatan nama. Dalam tradisi Jawa, keberatan nama bisa mendatangkan kesialan untuk si anak.

“Saya sama Pakde ke rumah mertua di Sragen untuk menjelaskan nama Indonesia. Akhirnya ya mau menerima. Kalau mertua pengennya ada tambahan nama di depan Indonesia, ” ujarnya.

Tak hanya keluarga, tetangga dan temanteman Kuncora juga banyak yang tidak percaya nama sang anak. Banyak temanteman menganggap keinginan Kuncora menamai anaknya dengan nama Indonesia hanya lelucon. Mereka percaya jika nama putra keduanya diberi nama Indonesia ketika melakukan akikah pada 23 Agustus 2017.

“Ada tetangga yang bilang, lha kok dinamai Indonesia. Apa enggak bisa cari nama lain. Ada juga yang menganggap itu cuma guyonan. Tapi banyak juga yang mengapresiasi, karena nama Indonesia itu juga nama baik, banyak yang mendokan, ” kata Kuncora.

Begitu pula dengan Camat Sawit. Dikatakan Kuncora, yang bersangkutan awalnya tidak percaya jika nama bayinya Indonesia. Sang camat lantas mendatangi rumah sakit tempat persalinan untuk membuktikan jika nama putra kedua bawahannya di Desa Kateguhan memang Indonesia

“Pak Camat itu baru yakin setelah datang ke rumah sakit dan melihat sendiri jika nama anak saya Indonesia,” ucapnya.