Plt Wali Kota Tegal Kumpulkan Berbagai Kalangan, Bahas Apa?

Pascapenangkapan Wali Kota Tegal, Siti Masitha Soeparno, Selasa, 29 Agustus 2017, akibat kasus dugaan suap yang menderanya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menunjuk Wakil Wali Kota Tegal, Nursholeh, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota berdasarkan Surat Keputusan Mendagri Tjahjo Kumolo.

“Nah, pesan Pak Gubernur, prioritas yang pertama adalah saya untuk membenahi birokrasi yang menurut Pak Gubernur itu moratmarit,” ujar Nursholeh.

Dalam mengambil keputusan, Nursholeh berjanji akan selalu berpegang teguh pada perundangundangan yang berlaku. Selain itu, ia selalu mengadakan komunikasi terkait dengan permasalahan tersebut. Di antaranya dengan staf Gubernur Jawa Tengah, mulai dari asisten, Badan Kepegawaian Daerah, biro pemerintahan, dan sebagainya.

Termasuk pula menjalin koordinasi dengan Kemendagri dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Hal ini mengingat sebentar lagi ada Pilkada Kota Tegal 2018. Apalagi, ada aturan yang menyebutkan bahwa enam bulan sebelum penetapan calon tetap dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), tidak boleh mengadakan perombakan dahulu.

Nursholeh mengharapkan pula, hasil konsultasi yang menyeluruh dan kesediaan dari tim Provinsi Jateng melakukan pendampingan bisa menghasilkan keputusan yang menyenangkan, terutama bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) atau birokrasi yang mempunyai masalah.

Seluruh aparatur birokrasi di Tegal, pun diminta tenang, sehingga kepentingan publik lebih diutamakan. “Pelayanan publik jangan sampai terganggu, tetap kerja keras dan bisa menghasilkan kesejahteraan masyarakat,” ujanya.

Nursholeh pun berjanji akan merangkul semua pihak yang mempunyai kebijakan di Kota Tegal.