Dua Faktor Penentu Toyota Indonesia Bisa Ekspor ke Australia

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) optimis pertumbuhan otomotif nasional naik lebih dari enam persen di pasar lokal. Demikian juga dengan pasar ekspor yang diperkiraan akan tumbuh tujuh persen.

Menurut Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, pertumbuhan pasar ekspor bisa terjadi jika permintaan, kebutuhan dan persyaratan, dari negara tujuan terpenuhi.

Kukuh pun menyatakan, salah satu peluang yang cukup menggiurkan untuk melebarkan ekspor kendaraan Indonesia ke luar negeri yaitu menyasar ke pasar otomotif Australia.

Thailand kan ekspor double cabin dan 4×4. Dan dibutuhkan di Australia. Sedangkan kita kan enggak punya (Indonesia fokus MPV), kata Kukuh saat ditemui media di Cyber Tower, Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu, (26/1/2017).

Menurut Kukuh, Australia menjadi salah satu target pasar ekspor yang menggiurkan. Sebab, penjualan otomotif di negeri Kangguru mencapai 1,2 juta unit per tahun.

Sebaliknya, dalam beberapa tahun terakhir industri otomotif di Australia kian menurun. Hal ini terjadi setelah Ford dan General Motors (GM) menyatakan menutup pabriknya di sana, lalu disusul Toyota.

Selain itu, merek mobil Holden yang merupakan mobil Australia juga akan berhenti beroperasi tahun ini.