KPK Pakai Metode Ini untuk Usut Peran Setya Novanto di E-KTP

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menggunakan pendekatan follow the money atau aliran dana untuk mengusut kasus korupsi eKTP dengan tersangka Setya Novanto. Melalui pendekatan ini, KPK juga akan menelusuri kerugian negara yang mencapai Rp 2,3 triliun.

“Untuk kasus eKTP, kami menggunakan menilai lebih jauh menggunakan pendekatan follow the money, yaitu kita lebih melihat saat ini terkait dengan transaksi keuangan yang diduga terkait dengan kasus eKTP,” ujar juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan, Senin, 4 September 2017.

Febri mengatakan penyidik akan terus menelusuri aliran dana ke sejumlah pihak terkait kasus megakorupsi ini. Penyidik pun telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk namanama saksi baru dari pihak swasta.

“Karena kami telusuri secara terus menerus mana saja aliran dana dari kerugian keuangan negara sekitar Rp 2,3 triliun. Termasuk, juga aset menjadi salah satu perhatian dari penyidik KPK,” ujar dia.

Dalam perkara ini, dua mantan pejabat Ditjen Dukcapil Kemendagri Irman dan Sugiharto sudah divonis masingmasing tujuh dan lima tahun penjara. Keduanya terbukti bersalah melakukan korupsi eKTP secara bersamasama.