Dapat Suntikan Modal, Rugi 6 BUMN Ini Justru Makin Besar

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, pemerintah telah menggelontorkan Penyertaan Modal Negara (PMN) hingga puluhan triliun rupiah ke sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hasilnya, ada 6 perusahaan pelat merah yang justru mencatatkan kenaikan kerugian usai disuntik modal dari negara.

Saat Rapat Kerja (Raker) Realisasi PMN antara pemerintah dan Komisi XI DPR, Sri Mulyani menyebut, penyerapan PMN di 2015 hanya mencapai 73 persen atau Rp 47,8 triliun dari alokasi anggaran PMN yang sebesar Rp 64,8 triliun.

Bahkan, dia mengungkapkan, suntikan modal negara kepada BUMN di periode Desember 2016, baru digunakan 31 persen atau Rp 15,3 triliun dari total anggaran PMN sebesar Rp 48 triliun. Ada perusahaan pelat merah yang sudah menyerap 100 persen PMN, ada yang di bawah 50 persen, dan ada yang hanya 25 persen.

“Penyebab penggunaan PMN di bawah 50 persen karena keterlambatan perizinan, proses tender pengadaan dan proses tender yang gagal, pembebasan lahan, pembayaran pekerjaan sesuai term dan kontrak, dan pengalihan PMN,” terang Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (7/9/2017).

Ia menyebut, ada 26 BUMN yang mencetak kenaikan laba bersih setelah menerima PMN. Selanjutnya ada 9 BUMN dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) yang justru mengalami penurunan laba bersih pada 2016 dibanding tahun sebelumnya. Ada 4 BUMN yang kerugiannya mengecil, tapi malah ada yang ruginya bertambah. “Jadi kinerjanya tidak semua menggembirakan,” keluh Sri Mulyani.

Hal yang miris, ada 6 BUMN yang kerugiannya menggelembung pasca pemerintah memberikan PMN. Ke6 perusahaan pelat merah itu adalah PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X, PTPN IX, PTPN VII, dan PTPN III.

“Ya tambah rugi setelah mendapat PMN. Tapi kita sudah minta Pak Wakil Menteri Keuangan untuk melihat kinerja BUMN yang rugi itu dan minta Menteri BUMN untuk mengawasinya,” Sri Mulyani mengatakan.