PM Jepang Tantang Putin Adu Judo Lawan Peraih Emas Olimpiade

Presiden Rusia Vladimir Putin dikenal sebagai sosok yang serba bisa. Ia pernah menunggangi kuda sambil bertelanjang dada di tengah cuaca dingin yang menusuk tulang di Siberia, mengarahkan bangau ke jalur migrasi menggunakan pesawat layang delta, berenang dengan lumbalumba, mahir bermain judo, hingga menyelam ke Danau Baikal dan Laut Hitam.

Namun keahlian Putin tidak berhenti sampai di situ saja. Di selasela KTT Belt and Road di Beijing, China, ia memamerkan kebolehannya yang lain: bermain piano.

Di hadapan Presiden Xi Jinping, Putin memainkan dua lagu. Pertama adalah “Evening Song” milik Vasily SolovyovSedoi dan yang kedua adalah “Moscow Windows” milik Tikhon Khrennikov.

Kedua lagu tersebut berasal dari tahun 1950an. Pada era itu, Putin baru lahir dan Uni Soviet masih di bawah bayangbayang Stalin.

Dikutip dari New York Times, penampilan Putin terlihat santai, tapi dinilai tidak spontan. Video resital tersebut dengan cepat menjadi viral melalui media pemerintah Rusia.

Sebagian berpandangan, penampilan Putin tersebut mungkin bertujuan untuk menunjukkan sisi lembutnya mengingat tak sedikit yang melihatnya sebagai pemimpin otoriter. Ia telah berkuasa sejak 1999 dan kerap tampil gagah.

“Evening Song” lazimnya kerap dimainkan dengan lirik Aleksandr Churkin yang ditulis pada 1957. Itu dianggap sebagai lagu kebangsaan tidak resmi di St Petersburg, kampung halaman Putin yang sebelumnya dikenal sebagai Leningrad.

Pada 1980an, penggemar tim sepak bola St Petersburg Zenit mengubahnya menjadi lagu kebangsaan tidak resmi tim tersebut.

KTT Belt and Road yang merupakan upaya China untuk menghidupkan kembali Jalur Sutra dihadiri setidaknya 29 kepala negara, termasuk Presiden Joko Widodo.