Wapres Diminta Perjuangkan Panjat Tebing di Asian Games 2018

Menurut Riza, pemerintah dalam hal ini Wapres, harus bekerja keras dan mencari berbagai cara dalam berkomunikasi dengan OCA untuk bisa menjaga target emas kontingen Indonesia dengan mempertahankan nomornomor andalan emas. Dia ingin Wapres mencontoh Malaysia saat menjadi tuan rumah dan meraih sukses di SEA Games 2017.

Selain terancam kehilangan emas, pengurangan nomor cabor panjat tebing menjadi hanya dua nomor, dikhwatirkan akan meruntuhkan semangat atlet Pelatnas yang berjumlah 21 orang. Sebab, pengurangan nomor secara drastis tersebut membuat kuota atlet nasional yang tampil di Asian Games 2019 juga akan menjadi sangat sedikit.

FPTI sudah mengirimkan surat meminta bantuan kepada pihakpihak terkait, seperti KOI dan Rita Subowo selaku Ketua Perwakilan OCA di Indonesia. Bahkan surat kepada Wapres sudah pernah dilayangkan, namun hal ini belum mendapat respon.

Hari ini kami akan mengirimkan surat kedua kepada Wapres agar membantu panjat tebing tetap mempertandingkan nomornomor andalan di Asian Games 2018, demi Indonesia agar meraih sukses prestasi pada pesta olahraga tingkat Asia. Masih ada waktu untuk berjuang, kata Faisol.

Sementara itu, Pristiawan Buntoro mengakui bahwa nomor andalan Indonesia saat ini adalah nomor speed. Hal itu terlihat dari kemajuan para atlet yang saat ini menjalani Pelatnas di Yogyakarta.

“Untuk nomor speed, Sabri dan Aspar, dalam latihan Pelatnas sudah beberapakali memecahkan rekor dunia. Atlet putri kita juga sudah ada yang bisa menyamai rekor dunia saat test event di Cikole pekan lalu. Jadi kita optimis nomor speed ini berpotensi besar meraih emas, jelasnya.

Dengan demikian, jika Asian Games 2018 hanya mempertandingkan nomor kombinasi atau gabungan speed, lead dan boulder, maka peluang emas menjadi berat. Sebab, Jepang dan Korea Selatan serta beberapa negara lain saat ini lebih dominan di nomor lead dan boulder.