KPK Periksa Terpidana Korupsi terkait OTT Hakim Suryana

Bengkulu Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa terpidana kasus korupsi kegiatan rutin di Dinas Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah Kota Bengkulu tahun anggaran 2013, Wilson. Dia diperiksa terkait suap hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bengkulu Dewi Suryana.

Wilson merupakan narapidana dengan vonis 1 tahun 3 bulan yang diketuk oleh majelis hakim Kaswanto (Ketua PN Bengkulu), Heni Anggraeni (adhock) dan Suryana (hakim karir).

Atas vonis tersebut, kakak kandung Wilson, Syahdatul Islami alias Lemi memberikan uang terima kasih kepada hakim Suryana dan Panitera Pengganti Hendra Kurniawan sebanyak Rp 125 juta. Saat menerima uang terima kasih tersebut, Satgas KPK menangkapnya, Kamis 7 Juli 2017 dinihari.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Bentiring Kota Bengkulu Rudi Charles Gill mengatakan, pemeriksaan Wilson berlangsung tertutup selama 5 jam. Pemeriksaan berlangsung di Ruang Ketertiban Umum dalam lingkungan LP Bentiring sejak pukul 09.00 hingga 14.00 WIB oleh dua penyidik KPK.

“Memang ada pemeriksaan napi atas nama oleh KPK atas nama itu, sudah dilaporkan Kabid Pembinaan kepada saya,” ujar Rudi saat dihubungi di Bengkulu 14 September 2017.

Pihaknya tidak mengetahui secara rinci terkait materi pemeriksaan dan bagaimana tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan di ruangan tersebut. Berdasarkan permintaan penyidik melalui surat resmi, mereka hanya minta izin dan meminjam ruangan untuk melakukan pemeriksaan.

“Kita fasilitasi saja,” tegas Rudi Charles Gill.