ISIS Klaim Jadi Dalang Serangan Kereta Bawah Tanah London

Saksi yang berada di lokasi kejadian mengaku melihat sejumlah korban terluka dan berlumuran darah pascaledakan di stasiun Parsons Green, dekat Fulham, London barat. Sejumlah saksi lain juga melihat kepanikan yang terjadi usai ledakan.

Richard AylmerHall (53), konsultan media teknologi, diketahui tengah berada di sekitar lokasi kejadian ketika ia tibatiba merasakan kepanikan di sekelilingnya.

“Tibatiba ada kepanikan, banyak orang berteriak, menjerit. Ada seorang wanita yang mengaku ia melihat sebuah tas, sebuah kilat dan ledakan.”

“Saya melihat para wanita menangis, ada banyak teriakan, ada kekacauan di tangga yang mengarah ke jalan. Sejumlah orang terdorong dan terinjak. Saya melihat ada dua wanita yang mendapat perawatan ambulans,” imbuh AylmerHall.

Pihak kepolisian Metropolitan London memerintahkan setiap orang untuk menghindari lokasi ledakan.

Dilaporkan ada empat rumah sakit yang dijadikan tempat penampungan korban luka. Salah satunya adalah Rumah Sakit St Mary di wilayah Paddington.

Inggris telah menjadi target tiga serangan teror mematikan sepanjang 2017. Sebanyak 33 orang tewas dalam teror tabrakan van dan serangan pisau di London Bridge dan Westminster Bridge yang terletak di jantung kota London, sementara satu lainnya adalah aksi bom bunuh diri sesaat setelah konser penyanyi pop dunia Ariana Grande di Manchester.