Rinjani Terbakar Hebat Gara-Gara Puntung Rokok Pendaki

Cuaca panas yang melanda sebagian besar daerah di Indonesia memperburuk kondisi di Geopark Rinjani. Sejak Agustus hingga pertengahan September 2017, sebanyak 110 hektare lahan di kawasan Gunung Rinjani ludes terbakar.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), kebakaran tersebut terjadi di beberapa titik lahan dari dua pintu masuk menuju ke Rinjani, yaitu dari Kabupaten Lombok Utara dan Kabupaten Lombok Timur.

Di Kabupaten Lombok Utara, kebakaran menghanguskan empat hektare lahan dan berhasil dipadamkan. Sementara itu, di Kabupaten Lombok Timur tercatat 106 hektare lahan berupa rumput kering dan alangalang terbakar.

“Terakhir, kebakaran terjadi pada 13 September 2017 kemarin terjadi di pusuk Sembalun, sebelah kiri jalan seluas dua hektare. Ratarata yang terbakar itu jenis rumput dan alangalang,” ujar Zainudin, Kepala Resort TNGR Sembalun di Mataram, Kamis (14/9/2017).

Zainudin mengatakan, selain cuaca panas, banyak hal lain yang diperkirakan menjadi penyebab kebakaran di daerah Rinjani. Misalnya, banyaknya pendaki yang diduga membuang puntung rokok secara sembarangan tanpa mematikan api terlebih dahulu.

“Masih kita selidiki penyebab lainnya, seperti pengunjung yang buang puntung rokok sembarangan. Sebab saat musim kemarau, angin panas sangat kencang dan rawan menyambar,” kata dia.

Saat ini, pihak TNGR menyiapkan beberapa langkah untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran di Rinjani yang disebabkan karena kesalahan manusia. Di antaranya, memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan pengunjung untuk menjaga lingkungan di Rinjani, khususnya melarang buang puntung rokok sembarangan.

“Selain itu, kita juga melakukan patroli di jalur daerah rawan kebakaran,” katanya.

Kronologi Kebakaran di Gunung Rinjani

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat merilis kronologi terjadinya kebakaran di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) pada Rabu, 13 September 2017, yang menyebabkan dua hektare lahan ludes terbakar.

“Sekitar pukul 10.30 Wita, titik api terdeteksi di sekitar Pusuk Sembalun antara Pal batas 345 sampai pal 346. Titik api tersebut dilihat oleh Polisi Kehutanan TNGR,” ujar Kepala BPBD NTB Muhammad Rum.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, kata Rum, pihaknya menerjunkan delapan petugas pemadam kebakaran hutan resort Sembalun beserta alat pemadam ke lokasi kebakaran.

“Proses pemadaman berlangsung selama beberapa jam saja. Dan tepat pada pukul 12.30 Wita, tim pemadam kebakaran hutan berhasil memadamkan api,” kata Rum.

Kebakaran terparah terjadi pada 20 Agustus 2017 lalu. Api saat itu melahap 91 hektare lahan berupa rumput kering dan alangalang. Akibat kebakaran tersebut, proses pendakian ditutup pada hari itu dan dibuka kembali keesokan harinya.