Di Tengah Krisis Teluk, Qatar Akan Beli 24 Jet Tempur Inggris

Krisis Teluk yang melibatkan Qatar dan Arab Saudi cs belum menunjukkan tandatanda akan berakhir.

Doha menegaskan tidak akan mengubah kebijakan luar negerinya demi menyelesaikan konflik. Selain itu, mereka juga tidak akan pernah berkompromi atau menyerah atas tekanan sejumlah negara.

“Kami belum siap untuk menyerah dan tidak akan pernah siap untuk menyerah atas kemerdekaan kebijakan luar negeri kami,” ujar Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman alThani.

“Kami diisolasi karena kami sukses dan progresif. Kami adalah platform untuk perdamaian, bukan terorisme…Perselisihan ini mengancam stabilitas seluruh kawasan,” ujarnya.

Sejak 5 Juni, sejumlah negara seperti Arab Saudi, Bahrain, Mesir, Uni Emirat Arab, Mauritius, Mauritania, Yaman, Libya, dan Maladewa memutuskan hubungan dengan Qatar. Mereka kompak menuding Doha mendukung terorisme dan musuh mereka, Iran.

Bagi Qatar sendiri, tuduhan tersebut tidak masuk akal.