Penembakan Pengedar Marak, Ini Penjelasan Amnesty Internasional

Basuki pun mempertanyakan kepolisian terkait tren tersebut. Menurut dia, polisi harus patuh pada prosedur tembak mati ditempat bagi para tersangka kasus narkoba.

“Karena yang kita takutkan kepolisian mendapat inspirasi atau legitimasi aksi tembak mati jadi prioritas. Kita tidak tolak tembak di tempat, tapi yang kita tekankan, agar polisi patuh terhadap prosedur kepala kepolisian,” ujar dia.

Dia juga berharap polisi membuka investigasi internal. Terutama menilai langkah tembak ditempat telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur.

“Jadi bukan berarti kita ini tidak mendukung upaya pemberantasan narkotika,” terangnya.

Terkait hal ini polisi menyatakan, meningkatnya jumlah pengedar narkoba tewas karena tembak di tempat pada 2017 hingga empat kali lipat dibanding tahun sebelumnya, dipengaruhi penilaian petugas kepolisian. Jika terindikasi bahaya, maka polisi akan menindak pelaku.

“Dalam rangka kepentingan umum, untuk menyelamatkan jiwa petugas itu maupun orang yang dilindungi. Kalau meningkat keputusan itu harus diambil, ya meningkat jumlahnya,” ujar Wakil Inspektorat Pengawasan Umum Polri Irjen Pol Ketut Untung Yoga Ana ditemui di Kantor Ombudsman RI Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (19/9/2017).

Dia menegaskan, tindakan polisi tersebut telah sesuai Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 01. Ada proses penilaian yang terukur sebelum polisi tembak di tempat tersangka narkoba. “Untuk memastikan petugas terampil menggunakan senjata, kita ada training. Itu jadi program tetap di Polri,” terang Yoga.

Apabila ditemukan unsur pelanggaran dalam aksi penindakan kepada tersangka narkoba, Yoga menjamin institusi akan melakukan penyelidikan. Polisi terbuka terhadap laporan kelalaian yang dilakukan petugas lapangan.

“Yang terlihat indikasinya menyimpang ya diperiksa. Kalau yang normalnormal ya enggak diperiksa,” pungkas Yoga.