Suu Kyi: Kami Siap Verifikasi Pengungsi yang Kembali ke Myanmar

Dalam pidato rekonsiliasi dan perdamaian nasional tersebut, Suu Kyi sempat menyebut soal Bangladesh, negara yang menjadi tujuan utama warga Myanmar yang mengalami gelombang kekerasan di Rakhine.

Suu Kyi mengatakan bahwa Pemerintah Myanmar akan meningkatkan hubungannya dengan Bangladesh.

Beberapa hari lalu, Pemerintah Bangladesh mengumumkan rencananya untuk membangun kamp besar yang menampung sekitar 400 ribu Muslim Rohingya.

Dilasnir dari VOA Indonesia, tempat penampungan itu rencananya akan dibangun dalam sepuluh hari ke depan di lokasi seluas delapan kilometer persegi yang berlokasi di perbatasan Myanmar dan Bangladesh.

Apabila kamp tersebut telah dibangun, pemerintah Bangladesh akan membatasi pergerakan pengungsi selama berada pemukiman.

“Pengungsi Rohingya tidak diizinkan pergi ke luar kamp,” ujar Menteri Dalam Negeri Bangladesh Asaduzzaman Khan.

Meski demikian, Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina, meminta Myanmar untuk membawa pengungsi Rohingya kembali.

“Pesan pribadi saya sangat jelas, bahwa mereka harus mempertimbangkan situasi ini dengan rasa kemanusiaan karena orangorang ini, anakanak, perempuan, mereka semua menderita,” ujar Hasina.

“Mereka milik Myanmar, selama 100 tahun atau lebih mereka tinggal di sana, bagaimana Myanmar bisa menyangkal bahwa mereka bukan warganya?” imbuh Hasina.