Menyentuh, Curhat Ibu yang Rela Donorkan 4 Organ Tubuh Anaknya

Ketika mendengar Chwee Suan meninggal, Madam Tan sangat sedih. Ia merasa kehilangan dua anaknya. Pertama, anak kandungnya sendiri. Kedua, Chwee Suan.

“Dia (Chwee Suan) sangat dekat dengan hatiku. Dia seperti anak saya. Karena hati anak lakilaki saya ada di dalam dirinya. Jadi, dia juga seperti anak saya. Dia menelepon saat Tahun Baru Imlek kemarin. Dia bilang, dia ingin mengunjungi saya dan saya juga menyuruhnya untuk datang. Tapi dia sekarang sudah tidak datang,” ungkap Madam Tan sambil menangis.

Air mata Madam Tan mulai mengalir saat ia teringat bagaimana anaknya meninggal. Sepulang dari tamasya, Chua Yam Chek mengeluh sakit kepala. Madam Tan memberinya dua pil Panadol sebelum tidur.

“Tapi dia tidak pernah terbangun lagi. Dokter bilang, tidak bisa menyelamatkan anak saya yang sudah mati otak,” lanjutnya.

Selama lebih dari 20 tahun setelah organ tubuh anaknya disumbangkan, Madam Tan masih tidak yakin, apakah dirinya telah membuat keputusan yang tepat untuk menyumbangkan organ anaknya.

Akan tetapi, saat ia akhirnya mendengar Chwee Suan bekerja keras menjaga agar hatinya tetap berfungsi dan bagaimana dia juga menghargai hidupnya, Madam Tan tidak menyesal menyetujui organ tubuh anaknya disumbangkan.