Misi Jaga Edelweiss Tetap Abadi di Gunung Bromo

Pascakebakaran hutan di kawasan Gunung Bromo, bunga edelweiss atau dikenal dengan sebutan bunga abadi, terancam punah. Sejumlah anggota komunitas pencinta Bromo pun tergerak untuk menyelamatkan bunga ini.

Aksi peduli lingkungan itu diaktualisasikan para anggota Bromo Lovers dengan melakukan kampanye penyelamatan. Caranya dengan menyisir lautan pasir Bromo di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, hingga ke tanjakan Pakis Bincil, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Kamis (28/9/2017).

Dalam penyisiran ini, puluhan anggota Bromo Lovers mengambil bungaedelweiss yang tersisa, pascakebakaran hutan beberapa waktu lalu. Tanaman yang diambil adalah edelweiss yang masih muda atau baru tumbuh.

“Keberadaan bunga tersebut cukup membuat kami terkejut. Karena pascakebakaran, banyak tanaman edelweiss yang mati. Kami berusaha membudidayakan yang masih tersisa, khawatir ada musibah kebakaran lagi,” kata Teguh Wibowo, Ketua Bromo Lovers.

Setidaknya 300 tanaman berhasil diangkat oleh penggiat lingkungan hidup ini. Selanjutnya, bibit yang masih muda itu dipindahkan ke polybag yang disediakan. Nantinya, bibit edelweiss yang sudah di kantong plastik itu dibawa pulang untuk dipelihara.

“Kami sepakat bahwa ini adalah misi atau bentuk kampanye terhadap penyelamatan lingkungan, sebuah motivasi dan menginspirasi pemuda lainnya untuk mau dapat melestarikan lingkungan,” ucap Teguh.

Rencananya, bibit yang dipelihara itu, nantinya akan diserahkan ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) saat besar. “Nanti pada ulang tahun Bromo Lovers pada bulan Desember, tanaman ini akan diserahkan ke TNBTS untuk ditanam kembali,” ujar Sunarip, sesepuh Bromo Lovers.