Posisi Terakhir 7 Korban Tewas Keracunan Asap Genset

Tujuh pekerja tewas di ruang pertemuan Balai Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Diduga, mereka tertidur di ruang tertutup dan lupa mematikan genset. Alhasil, mereka menghirup karbon dioksida (CO2) atau keracunan asap genset.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Bagyo Setyono mengatakan, posisi masingmasing korban saat pertama ditemukan menunjukkan dalam posisi tidur hingga tak sadar menghirup asap genset.

Posisi saat ditemukan, ada yang duduk, ada pula yang seperti tiduran berselimut. “Mungkin saat itu mereka tertidur dan tanpa sadar menghirup asap beracun itu,” ucap Bagyo di kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah dr Saiful Anwar, Malang, Jumat (29/9/2017).

Ketujuh korban itu antara lain Hasrul Purnomo, warga Kedungpring, Lamongan dan M Yusuf warga Samaan, Klojen, Kota Malang. Keduanya adalah operator tower Telkomsel. Sedangkan lima korban lainnya adalah para pekerja bangunan Balai Desa Ngadas.

Kelima pekerja yang keracunan asap genset itu adalah Ahmad Syaifudin, Nur Rokhim, Imam Syafii, dan Irawan, warga Desa Wonorejo, Poncokusumo, Kabupaten Malang, serta Jumadi, warga Turen, Kabupaten Malang.

Bagyo menambahkan, genset itu milik Telkomsel sebagai cadangan energi jika listrik padam. Genset dan operator sudah ada sejak 2015 sebagai penguat sinyal komunikasi saat aktivitas vulkanik Gunung Bromo meningkat.

“Ruang pertemuan itu memang tertutup. Knalpot genset pendek, maka uapnya tak bisa langsung terbuang ke luar,” tutur Bagyo.