Alasan Polisi Bebaskan Sopir Pikap Pembawa 225 Kilogram Ganja

Sementara itu, Kasubdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvin Simanjuntak menuturkan, Agus diminta mengantarkan barang oleh pria yang berperawakan tua. Agus juga tidak sempat berkenalan dengan pria tersebut.

“Upah yang diberi oleh orang itu Rp 700 ribu ke Purwakarta. Berdasarkan keterangan Agus, usia bapak itu di atas 50an,” terang Calvin.

Bongkar muat jeruk itu dilakukan di Pasar Tanah Tinggi. Keranjang jeruk awalnya berada di mobil APV, kemudian dipindah ke pikap milik Agus.

“Kemudian dari Tanah Tinggi disuruh ke daerah Semanggi. Pak Tua itu lalu meminta turun di depan Gedung TVRI, Senayan,” tambah dia.

Di depan Gedung TVRI, Agus kemudian bertemu dengan tiga orang yang menggunakan mobil Xenia. Rencananya, mereka hendak beriringan menuju Karawang. Namun, di Jalan Jenderal Gatot Subroto, kedua mobil ini dihentikan petugas lalu lintas lantaran melanggar aturan ganjilgenap.

“Saat dihentikan polantas, ketiga orang itu kabur. Namun, satu sudah berhasil diamankan di Karawang,” tandas Calvin.