Nokia 8 Mulai Cicipi Android Oreo Akhir Oktober

Adapun spesifikasi itu juga didukung dengan layar beresolusi Ultra HD berukuran 5,3 inci. Dari sisi desain, perangkat ini sekilas mengingatkan kita pada seri Lumia kelas premium.

Sementara untuk software, Nokia 8 sudah menjalankan Android 7.1.1 Nougat. Meski melakukan sejumlah kustomisasi pada tampilan software, HMD memastikan pengalaman menggunakan perangkat ini tak ubahnya Android stock. Karena itu, Nokia 8 dijamin tidak bakal menghadirkan banyak bloatware.

Untuk urusan pengambilan gambar, smartphone ini mengandalkan kamera utama dengan lensa ganda. Keduanya memiliki resolusi 13MP dengan satu lensa berfungsi untuk menangkap warna dan satunya untuk hitam putih. Sementara kebutuhan selfie diserahkan pada kamera utama beresolusi 13MP.

Baik kamera depan dan kamera utama Nokia 8 menggunakan lensa Carl Zeiss dan sudah mendukung perekam video 4K. HMD Global juga menyematkan kamera perangkat ini dengan fitur yang diberi nama Bothie. Fitur ini memungkinkan kamera depan dan kamera utama bekerja sekaligus untuk menangkap gambar.

Tak hanya untuk keperluan menangkap gambar, fitur ini juga dapat berfungsi saat merekam video. Nantinya saat fitur ini aktif, pengguna dapat melihat langsung tampilan kamera depan dan belakang di layar. HMD menuturkan, fitur ini juga sangat cocok digunakan untuk keperluan live streaming di media sosial.

Smartphone yang memiliki desain unibody dan pemindai sidik jari di bagian depan ini, juga diperkuat baterai berkapasitas 3.090 mAh dengan sertifikasi splashproof. Soal harga, Nokia 8 dipasarkan dengan banderol Rp 9,3 jutaan dan tersedia dalam empat pilihan warna: Polished Blue, Polished Cooper, Tempered Blue, dan Steel.