Ada Bukti Darah di Batu, 2 Bonek Jadi Tersangka Bentrokan Maut

Untuk diketahui, dua korban dari Perguruan Silat Setia Hati Terate (PSHT) itu bernama Anies (22), warga Simo Pomahan Gang 3 No 41, Surabaya dan Aris Eko Ristanto, warga Telogorejo, Bojonegoro, Jawa Timur.

Keduanya tewas dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Muji Rahayu, Minggu dini hari, 1 Oktober 2017. Setelah itu barulah digelar autopsi di RSUD dr Soetomo, Surabaya.

Peristiwa tersebut berawal dari adanya konvoi oleh sekelompok anggota silat. Saat melintas di depan Terminal Wilangon, mereka berpapasan dengan Bonek hingga terjadi selisih paham dengan suporter bola Surabaya.

Lalu, pada pukul 00.30 WIB, terjadi pengelompokan suporter bola Bonek Mania dengan jumlah sekitar 500 orang yang mengadang kelompok perguruan silat itu dengan titik kumpul di depan SPBU Balongsari, Jalan Raya Balongsari.

Berlanjut pada pukul 01.30 WIB, pengeroyokan pun tidak bisa dihindarkan dan massa membakar satu sepeda motor Honda CB dengan nomor polisi S 4353 DT.

Adapun polisi menyita barang bukti seperti dua bambu, satu jaket, satu telepon seluler (ponsel) merek Samsung Galaxy, satu ponsel BlackBerry Q 5, satu kartu SIM operator Simpati, celana jin abuabu, dan topi hitam milik M Jafar.

Selain itu, ada barang bukti yang diamankan dari TKP, yaitu satu motor CB bernomor polisi S 4353 DT, delapan batang bambu sepanjang 50 centimeter, empat batu, dua batu cor, jaket hitam kombinasi oranye, dua batang pecahan bambu, dan enam kayu balok.