Bertandang ke Tempat Kelahiran ThinkPad Legendaris di Jepang

Laboratorium Yamato terbagi dalam empat area besar, yakni laboratorium untuk menguji ketangguhan dan ketahanan (Robustness and Durability Design Lab), laboratorium desain daya tahan (Durability Design Lab), EMC and Reliability Design Lab, serta Wireless and Acoustic Design Lab.

Memasuki ruang laboratorium satu per satu, kami tak henti dibuat terkejut. Pertama, Robustness and Durability Design Lab. Di sini, pengujian kasar terhadap ThinkPad dimulai. Jadi, laptop diletakkan pada mesin yang memberikan guncangan dan getaran cukup kencang, dibanting dari ketinggian kurang 1 meter, ditindih dengan besi seberat 5 kilogram (kg), sampai diinjak oleh orang dewasa.

LCD pun tak lepas dari pukulan untuk mengetahui daya tahannya. Dalam sebuah mesin tertutup, ThinkPad harus bermandi debu sehingga engineer dapat mencari solusi ketika debu menumpuk pada PC.

Selanjutnya bergerak ke Durability Design Lab. Para engineer bekerja memeriksa daya tahan terhadap berbagai kondisi buruk yang kerap terjadi pada saat penggunaan PC, seperti listrik statis, gangguan, gelombang elektromagnetik, keyboard, USB, LCD dalam keadaan statis maupun dinamis.

Di area laboratorium ketiga, EMC and Reliability Design Lab, kami dapat melihat ThinkPad tengah berada di ruangan dingin bersuhu nol derajat celcius. Produk ini harus melewati uji temperatur di saat dingin maupun panas terik. Temperaturnya paling dingin nol derajat celcius, dan 40 derajat celcius paling panas.