Jokowi: Keutuhan Bangsa Tak Lepas dari Peran Perempuan

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mendeklarasikan Hari Perdamaian Internasional di Pondok Pesantren Annuqayah, GulukGuluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Minggu, kemarin.

Dalam rangka memperingati Hari Perdamaian Internasional tersebut, berbagai program bersama yang digagas oleh Wahid Poundation dan UN Women juga mendapat dukungan penuh dari orang nomor satu di negeri ini.

“Saya mengapresiasi dan mendukung penuh kersama Wahid Foundation dengan UN Women dalam program bersama yaitu Perempuan Berdaya, Komunitas Damai,” kata Jokowi saat berkunjung ke Kabupaten Sumenep, Minggu 8 Oktober 2017.

Jokowi menjelaskan, program yang diwujudkan dalam berbagai kampung damai untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan, kewirausahaan ekonomi, ekonomi keumatan, perdamaian dan kesetaraan sangat bagus.

“Harapan saya gotong royong semuanya yang berjalan selama ini dapat terus dijaga dan kita kembangkan. Terutama untuk menghadapi berbagai tantangan baru di masa depan yang bisa mengancam perdamaian,” ucapnya.

Indonesia merupakan Negara majemuk yang damai dan suka bergotong royong antar sesama, tanpa membedakan satu dengan yang lainnya. Meskipun banyak suku, budaya, dan agama, penduduk di negeri ini selalu hidup selaras dan saling berdampingan hidup rukun dengan mengedepankan sikap toleransi.

Bahkan di Negara lain yang memiliki suku lebih sedikit tidak sedamai negeri ini, sehingga kedamaian di negeri yang kaya dengan aneka ragam suku harus tetap dijaga dengan baik. Karena sebuah Negara sering ada konflik, secara otomatis kehidupan masyarakat tidak akan tenang, bisa jadi akan berdampak buruk terhadap kesejahteraannya.

“Jadi untuk menjaga keutuhan bangsa tidak lepas dari peran perempuan. Karena perempuan memiliki andil besar dalam menciptakan perdamaian, baik lingkungan kecil maupun skala besar,” jelas Jokowi.