Ketika Wali Kota Yogyakarta Mendadak Jadi DJ

Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, tidak mau ketinggalan untuk tampil pada puncak acara HUT ke261 Kota Yogyakarta. Wayang Jogja Night Carnival diakhiri dengan penampilan disc jockey (DJ) dari Pull DJ School Yogyakarta di Tugu Yogyakarta, Sabtu malam, 7 Oktober 2017.

Haryadi mendekati DJ perempuan yang beraksi di balik turntable (pemutar piringan hitam dan cakram padat digital) membelah kerumunan warga yang sejak awal mengabadikan aksi sang DJ. Haryadi memasang head phone dibantu DJ dan mulai beraksi bak DJ profesional dengan ikut memutar pelat di turntable.

Lagu yang dipilih pun sepertinya menyesuaikan selera suami dari Tri Kiranya Muslidatun ini. Lagulagu lama yang populer di era 80 dan 90an, seperti “Sinaran”, dan “Yang Penting Happy”. Warga pun ikut bergoyang mengikuti irama lagu yang dimainkan secara remix.

Saat membuka Wayang Jogja Night Carnival, Haryadi mengatakan tema “Bersama Membangun Jogja” memiliki makna pembangunan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, melainkan juga stakeholder terkait.

“Kami punya slogan 5K, Kampung, Komunitas, Korporat, Kampus, dan Kota Yogyakarta,” tuturnya.

Namun, hal itu belum cukup karena Pemerintah Kota Yogyakarta juga membutuhkan dukungan dari pemuda DIY.

“Jadi 5K plus K, atau Kepatihan,” kata Haryadi.

Pada saat yang sama, ia juga meluncurkan batik khas Kota Yogyakarta yang diberi nama Ceplok Segara Amarta. Motif batik ini merupakan kombinasi gurdo, parang, dan kawung. Batik baru itu langsung dikenakannya pada puncak acara HUT ke261 Kota Yogyakarta.

Makna filosofi Ceplok Segara Amarta adalah upaya menjunjung tinggi derajat dan kewibawaan, sehingga tercipta keseimbangan dan keharmonisan.

“Persiapan membuat batik ini satu bulan,” ucap Wali Kota Yogyakarta.