Angklung Ramaikan Peringatan Hari Anak Perempuan Dunia di London

Liputan6.com, London Dalam rangka memperingati UN International Day of the Girl Child yang jatuh pada tanggal 11 Oktober 2017, KBRI London bekerja sama dengan Pan Asia Women’s Association (PAWA) menyelenggarakan acara Gala Charity Dinner di Auditorium KBRI London pada tanggal 12 Oktober 2017.

Acara tersebut dihadiri sekitar 80 orang relawan, donatur dan sejumlah friends of PAWA.

Dikutip dari laman Kemlu.go.id, Senin (16/10/2017), UN International Day of the Girl Child yang dicanangkan sejak 2012 bertujuan untuk memberikan perhatian khusus pada kebutuhan dan tantangan kesenjangan gender yang dihadapi anak perempuan di seluruh dunia.

Kesenjangan itu meliputi, akses terhadap pendidikan, kebutuhan pangan dan kesehatan, perlindungan dari diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan, serta perkawinan dini.

Melalui acara Gala Charity Dinner ini, PAWA berupaya melakukan penggalangan dana untuk disalurkan pada program kepedulian bersama atas pendidikan anak perempuan di wilayah Asia.

Di Indonesia, PAWA memberikan dukungan dana pendidikan luar sekolah hingga mencapai sekitar lima ribu poundsterling atau setara dengan Rp 89,6 juta bagi 25 anak perempuan berusia 13 hingga 18 tahun di wilayah Yogyakarta.

PAWA adalah organisasi nirlaba yang didirikan pada tahun 2009 oleh Sung Joo Kim OBE, seorang pengusaha Korea Selatan.

Organisasi ini membangun jaringan guna mendukung pendidikan yang lebih baik bagi anak perempuan di negaranegara kawasan Asia. Anggota PAWA terdiri dari para relawan yang bersamasama bekerja menggalang dana dari para donatur melalui berbagai kegiatan dan kampanye online.

Secara umum, PAWA berupaya mendukung berbagai program pemberdayaan perempuan dari level akar rumput. KBRI London diwakili oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan KBRI London selalu menjadi salah satu patron PAWA.

Dalam sambutannya, Duta Besar RI untuk Inggris, Rizal Sukma menyambut baik inisiatif penyelenggaraan peringatan UN International Day of the Girl Child di KBRI London dengan bekerja sama dengan PAWA.

Pada tahun kelima peringatan Hari Anak Perempuan internasional ini, Dubes Rizal menekankan arti penting pendidikan anak perempuan di seluruh dunia dan mendukung PAWA dalam upayanya menjalankan misi mendidik seorang anak perempuan, merubah sebuah kehidupan, dan menghancurkan siklus kehidupan yang buruk (educate a girl, change a life, and break the cycle).

Dalam acara tersebut, sekelompok wanita Indonesia di London yang tergabung dalam London Angklung Ensemble, di bawah pimpinan Maestro Angklung, Aan Handoyo turut memukau tamu undangan yang hadir dengan penampilan orchestra Angklung yang membawakan lagulagu legendaris yang tidak asing di telinga publik Inggris seperti, Yesterday dan ObladiOblada karya The Beatles, Dancing Queen karya ABBA, dan When I ruled the world karya Coldplay.

Jamuan santap malam pada acara ini diiringi oleh lantunan gamelan yang dibawakan oleh perwakilan grup Gamelan Siswa Sukra yang berkedudukan di Southbank Center.

Masingmasing meja undangan diberikan nama pulau di Indonesia seperti Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi dan Papua, untuk menjadi topik pembahasan mengenai halhal unik serta keanekaragaman hayati, seni dan budaya yang terdapat di pulaupulau tersebut.

Berbagai kudapan disajikan dalam bentuk canape cantik bintang lima seperti, kue lumpur kremes, otakotak, udang rujak, dan tempeh blue cheese. Santapan utama ala warung padang, dengan rendang dan gulai ikan pun menjadi idola para tamu undangan.