Pagi Indah di Mingar Lembata, Pantai yang Kerap Berubah Wujud

Kabupaten Lembata di Nusa Tenggara Timur, memiliki sejuta wisata indah. Satu di antaranya adalah Pantai Mingar, terletak di Desa Mingar, Kecamatan Nagawutun. Keindahannya tak tertandingi oleh pantai mana pun di dunia, terutama saat pagi dan sore hari.

Pantai yang selalu berubah wujud ini jaraknya sekitar 20 kilometer dari Lewoleba, ibu kota Lembata. Tepatnya di bagian selatan Pulau Lembata.Siklus perubahan pantai biasa terjadi pada April hingga Januari. Selama 10 bulan itu, pantai akan dipenuhi pasir putih. Panjangnya sekitar lima kilometer. Namun, pada Februari hingga Maret, semua pasir putih akan menghilang ditelan gelombang. Di pantai hanya tersisa batu karang dan sedikit pasir hitam.

Selama Februari hingga Maret mendatang, warga setempat akan berjubel di pantai untuk mencari nyale atau cacing laut.

Kini, Pantai Mingar menjadi tujuan banyak wisatawan mancanegara. Sayangnya, tidak tersedia penginapan di sekitar pantai. Wisatawan asing yang terjebak malam di pantai itu terpaksa tidur di balebale wisata yang dibuat oleh pemerintah setempat.”Kemarin ada bule asal Prancis tidur di sini. Dia sendirian. Kami sempat bercakapcakap dengan dia. Kami ajak dia ke rumah, tapi dia memilih tidur di tempat (balebale) ini,” ucap Hans, salah satu warga Mingar, kepada Liputan6.com, Sabtu, 14 Oktober 2017.

Kepala Desa Mingar, Isadorus Pasing alias Isa Sura, juga membenarkan hal itu. “Sering sekali bulebule ke sini. Biasanya mereka tidur di pantai,” ujarnya.

Menurut Isa, Pantai Mingar akan terlihat ramai saat Minggu atau hari libur. “Orang Lewoleba yang biasa ke sini. Bulebule juga sering ke sini,” katanya.Gelombang laut di pantai yang berhadapan langsung dengan Pulau Suanggi ini sangat cocok untuk berselancar. Namun, hingga kini, hanya sedikit yang berminat. Itu karena akses jalan menuju pantai sangat buruk. Hanya sedikit yang beraspal. Belum lagi ketiadaan warung makan dan penginapan.

Adapun Desa Mingar di Kabupaten Lembata, memiliki lima Dusun yang dihuni oleh 357 kepala keluarga atau KK. “Penduduk kita sebanyak 1.088 jiwa,” Isadorus memungkasi.