Industri Manufaktur Jadi Solusi Beragam Masalah Ekonomi di RI

Pengamat Ekonomi Faisal Basri mengatakan, pengembangan industri manufaktur merupakan solusi untuk menyelesaikan persoalan ekonomi di Indonesia. Sebab, majunya industri manufaktur akan berdampak luas mulai dari perdagangan, penyerapan tenaga kerja, perpajakan hingga ke pertanian.

Faisal mengatakan, jika ekonomi itu diibaratkan anatomi tubuh, maka harus ditemukan satu titik untuk diperbaiki agar tubuh secara keseluruhan bisa kembali segar dan bekerja dengan optimal. Dalam ekonomi, titik saraf ini adalah industri manufaktur.

“Jadi titik pusat saraf ini industri manufaktur. Kalau industri manufaktur beres, pertanian akan beres. Pekerjanya (di sektor pertanian) akan pindah ke manufaktur dan pertanian bisa gunakan teknologi, jadi petani tidak anti dengan teknologi,” ujar dia dalam Rembuk Nasional 2017 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (23/10/2017).

Begitu juga dampaknya ke pajak. Menurut dia, selama ini industri manufaktur menyumbang 30 persen penerimaan pajak. Oleh sebab itu, jika ingin menggenjot penerimaan pajak, industri manufakturnya harus dikembangkan dengan baik.

“Manufaktur ini sumbang 30 persen ke pajak, jadi pajak tidak maju karena manufakturnya.‎ Ekspor juga karena adanya industri manufaktur. Negara kita tidak majumaju karena manufaktur tidak maju,” kata dia.

Faisal mengungkapkan, jika pemerintah tidak mampu mengembangkan seluruh sektor di industri manufaktur, maka cukup empat industri yang harus menjadi fokus untuk didorong pengembangannya. Empat industri ini dinilai akan memberikan kontribusi yang besar dan memiliki masa depan yang cerah ke depan.

“Saya ambil empat industri saja yang harus jadi fokus pemerintah. Pertama, makanan dan minuman, ini menyumbang 33,4 persen ke industri nonmigas. Kedua, farmasi, kimia, botanical, untuk bahan baku kita punya semua. Ketiga, industri komputer dan peralatan elektronik‎. Keempat, transport equipment karena industri otomotif terus berkembang. Jadi kalau ada yang mengganggu (empat industri ini) harus dilibas,” ujar dia.