Kuak Misteri Kematian Kim Jong-nam, 2 Terdakwa Dibawa ke Bandara

Siti Aisyah dan Doan Thi Huong digiring dengan pengawalan ketat polisi ke Bandara Internasional Kuala Lumpur atau KLIA 2. Di sanalah, keduanya didakwa menghabisi Kim Jongnam, kakak tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jongun pada 13 Februari 2017.

Perempuan asal Indonesia dan Vietnam itu digiring ke bandara pada Selasa 24 Oktober 2017 untuk menjalani pemeriksaan lapangan. Sebelumnya, mereka mendatangi laboratorium terkait untuk pemeriksaan racun diduga VX nerve agent yang menewaskan Kim Jongnam.

Seperti diberitakan Channel News Asia, Selasa (24/10/2017), Siti Aisyah dan Doan Thi Huong yang mengenakan rompi antipeluru, juga disertai hakim, pengacara, juga jaksa.

Lebih dari 200 polisi yang, kebanyakan bersenjata dan memakai balaclava, disiagakan di sejumlah titik, saat terdakwa kasus pembunuhan Kim Jongnam tiba di terminal bandara.

Mereka lalu menuju ruang keberangkatan di area checkin yang diyakini sebagai tempat kedua wanita itu mengoleskan racun pelumpuh syaraf VX nerve agent ke wajah putra sulung Kim Jongil itu.

Setelah dikawal berkeliling bandara, kedua tersangka yang dikerumuni wartawan terlihat lelah dan ditempatkan di kursi roda.

Para tersangka kemudian dibawa ke sebuah kafe bernama Bibik Heritage, di mana Aisyah bertemu dengan seorang pria yang diidentifikasikan di pengadilan sebagai “Mr Chang” yang diduga memberi cairan ke tangannya sebelum menemui target.

Rombongan tersebut kemudian menuju klinik di mana Kim Jongnam dibawa setelah serangan tersebut, lalu ke area taksi tempat para wanita pergi setelah melakukan aksinya.

Sebelumnya dilaporkan, Kim Jongnam tewas dalam kurun waktu sekitar 20 menit, setelah racun diusapkan dengan paksa ke wajahnya.

Hanya dua tersangka, Siti Aisyah dan Doan Thi Huong yang ditahan dalam kasus pembunuhan Kim Jongnam. Agen matamata Korea Selatan menyebut, mereka terlibat dalam rencana pemimpin Korut untuk membunuh saudaranya itu.

Pembunuhan tersebut yang terjadi saat Kim Jongnam hendak naik pesawat ke Macau membuat Kuala Lumpur mengusir duta besar Korut di negaranya dan Pyongyang melarang orangorang Malaysia meninggalkan negara tersebut.

Ketegangan mereda saat Malaysia menyetujui pemulangan jenazah Kim Jongnam ke Pyongyang.

Berdasarkan persyaratan kesepakatan tersebut, sembilan warga Malaysia yang dicegah meninggalkan Pyongyang dibebaskan, dan tiga warga Korut di Malaysia diizinkan pulang.

Polisi masih berusaha melacak empat warga Korut yang dicurigai terlibat dalam rencana pembunuhan tersebut. Namun, mereka diyakini telah kembali ke negara asalnya.