Stres? Gerakan Ninja Ini Bisa Bantu Pikiran Lebih Fresh

Lain kali kalau Anda merasa stres, bertindaklah seperti ninja. Melakukan sembilan sinyal tangan sederhana ala ninja ini mungkin bisa membantu.

Serius. Ninja itu bukan sekadar praktik bela diri atau mahir menggunakan shuriken (senjata ninja). Lebih dari itu, sebuah studi ilmiah membuktikan kalau serangkaian posisi tangan yang digunakan oleh ninja sebagai proses meditasi atau disebut juga “Kuji Kiri”, atau “Nine Syllables” bisa membantu meredakan stres.

Penelitian yang dilakukan oleh Mie University School of Medicine di Jepang awal tahun ini, merinci temuannya. Percobaan pertama, ilmuwan mengukur gelombang otak dan detak jantung dari lima belas subjek tes, baik sebelum dan sesudah mereka melakukan gerakan tangan.

Dari hasil tes itu ditemukan, gelombang alpha2 (α2) pada subjek tes meningkat dalam 3 sampai 30 menit berikut setelah melakukan gerakan, menunjukkan tingkat konsentrasi yang tinggi namun rileks.

Gelombang beta, yang terhubung dengan perasaan marah dan tidak nyaman secara perlahan menurun. Sedangkan gelombang theta yang bertanggung jawab untuk relaksasi dalam juga menurun, bahkan tetap rendah selama sepuluh menit.

Percobaan kedua mengukur respons stres subyek selama 30 menit setelah melakukan gerakan tangan. Kesimpulan di sini menunjukkan bahwa gelombang alpha2 (α2) meningkat secara dramatis setelah gerakan dilakukan. Di sisi lain, gelombang beta menurun drastis. Ini menunjukkan bahwa dalam keadaan yang tenang dan rileks, pikiran lebih fokus dan fresh.

“Temuan dari penelitian ilmiah ini, bagaimanapun, menunjukkan bahwa seni kuno “Kuji Kiri” tetap menjadi penting saat ini bagi siapapun yang ingin memerangi stres dalam kehidupan seharihari,” ujar peneliti, seperti dilansir Rocketnews24, Selasa (24/10/2017) .

Gerakan tangan ini sebenarnya awalnya praktik Buddhis, namun kemudian diadopsi oleh ninja. Mereka yang harus tenang dalam berbagai kondisi biasa melakukan sinyal tangan ini dua kali sehari, di pagi dan malam hari, dan juga sebelum memasuki wilayah musuh.