Presiden Taiwan Akan Melawat ke 3 Negara, Ini Peringatan China

Lin Chongpin, profesor dari Tamkang University, Taiwan menilai, Taipei dan Beijing membutuhkan sebuah “babak baru” dan “metode interaksi baru”.

“Kami tahu bahwa Xi Jinping adalah pemimpin yang sangat ambisius dan dia tidak ingin pada 2020 skornya kosong atas Taiwan,” ungkap Lin. Ia menambahkan, “Menurut saya, Tsai Ingwen tidak akan melewati garis merah selama perjalanannya, mengacu pada tindakan dan pernyataan yang menekankan independensi formal dan legal Taiwan dari China.”

Beijing dinilai membenci pemerintahan Tsai karena Partai Progresif Demokratik yang merupakan tempat Tsai bernaung mendukung kemerdekaan resmi Taiwan. Namun, hal tersebut dibantah Tsai dan ia menyerukan agar dialog dilanjutkan dengan China.

Tahun lalu, Beijing meradang setelah Tsai menegaskan bahwa ia tidak sependapat dengan pandangan Taiwan adalah bagian dari China.

“Di Marshall dan Solomon, Tsai akan menemukan kesempatan untuk lebih memahami kebutuhan pembangunan berkelanjutan kedua negara,” demikian pernyataan pemerintah Taiwan.

Lawatan Tsai ke tiga ini membuatnya harus transit di Hawaii dan Guam yang merupakan wilayah AS. Terkait hal ini, Kementerian Luar Negeri China seperti dilansir Reuters meminta AS untuk tidak mengizinkan Tsai transit di wilayahnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendesak AS untuk mematuhi kebijakan “Satu China”.