Bisnis Smartphone LG Rugi Rp 4,5 Triliun

Smartphone merupakan salah satu barang konsumer paling populer di dunia. Bahkan segelintir orang rela mengeluarkan banyak uang untuk sebuah smartphone. Pengguna smartphone juga kerap mengganti perangkatnya.

Ada kecenderungan orang mengganti perangkatnya tiap tahun atau bahkan tiap bulan. Sayangnya, di tengah industri yang ramai itu, salah satu manufaktur smartphone terbesar di dunia, LG, dikabarkan masih mengalami kerugian.

Meski begitu, LG sebenarnya bukan hanya memproduksi smartphone, tetapi juga berbagai perangkat elektronik lainnya.

Mengutip Android Headlines, Sabtu (28/10/2017), LG merilis laporan keuangan Q3 2017 dengan hasil menarik. Secara keseluruhan, LG memiliki pendapatan US$ 13,44 miliar (sekitar Rp 184,1 triliun) pada Juli, Agustus, dan September.

Laba perusahaan dikabarkan naik lebih dari 15 persen, disumbang dari penjualan peralatan rumah tangga dan divisi entertainment. Sayangnya, divisi smartphone justru mengalami kerugian senilai US$ 331,17 juta (sekitar Rp 4,5 triliun).

Pendapatan divisi smartphone meningkat 13 persen dibanding kuartal tiga tahun lalu. Selain itu, pengiriman smartphone mengalami peningkatan 44 persen di dalam negeri dan sembilan persen di Amerika Utara.

Sebagai informasi, LG mengirimkan 13,7 juta unit smartphone pada kuartal ketiga 2017 sangat turun dibandingkan dengan pengiriman smartphone tiga tahun lalu, yakni 59 juta unit.

Dalam dua tahun terakhir, LG hanya menunjukkan keuntungan kuartal sebanyak dua kali. Pertama adalah Q1 2017 saat perusahaan merilis LG G6 dengan keuntungan US$ 3,2 juta. Keuntungan per kuartal lainnya adalah pada Q1 2015.

Mengapa perusahaan Korea Selatan ini masih merugi? Dipercaya, salah satunya karena persaingan smartphone yang makin ketat. Seperti diketahui kini vendor smartphone sangat agresif merilis produknya dengan harga yang kian terjangkau.

Padahal, dulunya LG merupakan pemain besar di lini flagship smartphone. Kini, Samsung mengambil alih tempat pertama dan menggeser perusahaan lain seperti LG, HTC, Motorola, dan bahkan Sony.