Film Senjakala di Manado Diputar di Amerika

Hal ini membuat Ray Sahetapy bangga. Sebagai pemain sekaligus orang asli Manado, Ray Sahetapy berharap film Senjakala di Manado bisa memperkenalkan keindahan Indonesia di mata dunia. ‎‎”Tentunya saya bangga. Karena saya lahir di Sulawesi, orangtua saya Minahasa. Saya seperti dapat tugas untuk membawa gagasan Minahasa yang mulai luntur. Semoga film ini bisa mengungkit kekuatan Nusantara secara keseluruhan,” ungkap Ray Sahetapy.

“Apalagi kalau lihat filmnya itu pemandangan Manado dengan pohon kelapa yang berjejer rapi. Itu enggak ada di negara lain. Orang Amerika saja tertarik dan antusias melihatnya. Ini sekaligus menjadi promosi tentang keindahan Indonesia,” ia menambahkan.‎

Awal tahun depan Ray Sahetapy cs akan kembali diundang ke Amerika untuk menayangkan film Senjakala di Manado di tempat yang lebih besar. Dan kabarnya, hal itu menggugah Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) pimpinan Angelica Tengker untuk membuat sekuelnya.

“Kami berharap setelah Amerika, kami bisa masuk ke negara lain. Awal Januari nanti kami diundang lagi dan difasilitasi ke tempat yang lebih besar sekitar 800 kursi. Kalau untuk sekuel, kita tunggu tanggal mainnya ya,” ucap kerabat Nagita Slavina ini.