Skandal Seks Terkuak, Menhan Inggris Mengundurkan Diri

Skandal memalukan terjadi di kapal selam bertenaga nuklir canggih milik Inggris, HMS Vigilant. Sembilan tentara diberhentikan garagara terbukti positif menggunakan kokain saat bertugas.

Sembilan awak HMS Vigilant yang merupakan salah satu dari empat kapal selam Angkatan Laut Kerajaan Inggris, yang dipersenjatai dengan delapan rudal nuklir Trident langsung dipulangkan setelah tak lolos dari pengujian obat terlarang.

Itu adalah skandal terbaru yang menimpa kapal selam kelas Vanguard, menyusul terkuaknya hubungan terlarang di antara para para awak senior.

“Kami tidak menoleransi penyalahgunaan narkoba yang dilakukan personel. Mereka yang kedapatan tak memenuhi standar tinggi yang diterapkan dalam korps kami, akan diberhentikan dari tugas,” kata juru bicara Royal Navy, seperti dikutip dari Telegraph.

Seorang sumber mengonfirmasi kepada The Daily Telegraph bahwa kesembilan awak tersebut positif menggunakan narkoba Kelas A dan telah diberhentikan secara tidak hormat.

Yang lebih memalukan, salah satu awak bahkan dilaporkan melakukan hubungan seksual dengan seorang pekerja seks komersial di sebuah kolam renang.

Sebelumnya, pihak Angkatan Laut juga mencopot komandan kapal selam HMS Vigilant, begitu juga dengan wakilnya.

Letnan Komandan Michael Seal juga dilaporkan terlibat hubungan asmara di luar nikah dengan seorang teknisi kapal, Letnan Hannah Litchfield.

Sementara, Stuart Armstrong, komandan kapal tersebut, dinyatakan telah dibebaskan dari tugasnya setelah tuduhan bahwa hubungannya dengan bawahan perempuan, Rebecca Edwards “lebih dekat dari yang seharusnya”.

Sumber Angkatan Laut mengatakan, pemberhentian dua pejabat tertinggi dari sebuah kapal perang adalah hal yang sungguh tak biasa.

Sejumlah awak lainnya juga dilaporkan dihadapkan ke pengadilan militer setelah terbang kembali ke Inggris untuk mengunjungi pacarnya tanpa izin.

Skandal yang melanda HMS Vigilant telah menyebabkan dua anggota staf lainnya mengundurkan diri.

Menteri Pertahanan Inggris, Michael Fallon, dilaporkan marah berat atas skandal tersebut dan memerintahkan tes narkoba dilakukan untuk semua awak kapal Angkatan Laut Kerajaan Britania Raya.

Hubungan terlarang di dalam kapal selam Angkatan Laut Inggris adalah salah satu efek dari kebijakan baru yang diterapkan.

Pada 2011 lalu, Kementerian Pertahanan menghentikan larangan bagi perempuan untuk bertugas di kapal selam Angkatan Laut. Dua tahun kemudian, pada 2013, untuk kali pertamanya kaum hawa bergabung.

Keputusan untuk mencabut larangan dikeluarkan menyusul telah selama 18 bulan yang dilakukan Angkatan Laut.

Sebelumnya, alasan pelarangan terhadap perempuan karena dikhawatirkan kadar karbon dioksida yang lebih tinggi di atmosfer dalam kapal akan menimbulkan risiko tertentu pada kesehatan perempuan.

Bukan kali ini saja skandal seks mengguncang Angkatan laut Inggris. Tiga tahun lalu, perempuan pertama yang jadi komandan sebuah kapal selam diberhentikan, menyusul klaim bahwa dia memiliki hubungan dengan salah satu bawahannya yang telah menikah.

Komandan Sarah West (41) dilucuti dari komando kapal selam HMS Portland pada Agustus 2014.

Kapal selam kelas Vanguard biasanya memiliki 135 awak, termasuk 14 perwira. Tugas para personel di dalamnya tak mainmain. Mereka ditugaskan selama berbulanbulan dalam misi rahasia, berpatroli di bawah gelombang ganas Laut Atlantik Utara, untuk mempertahankan keamanan negara Inggris Raya.