Koalisi Pejalan Kaki Sebut PKL Lebih Takut Wartawan daripada Satpol PP

Ketua Koalisi Pejalan Kaki Alferd Sitorus, mengatakan, pedagang kaki lima ( PKL) di Tanah Abang lebih tertib saat ada wartawan yang datang meliput dibandingkan petugas yang memang ditempatkan di lokasi.

“Jadi yang saya temui beberapa kali saat ke sana dengan rekanrekan media, mereka langsung lebih tertib. Padahal ada Satpol PP, Dishub, atau Polisi yang memang jaga di situ,” kata Alferd kepada Kompas.com, Selasa (7/11/2017).

Menurut Alferd, saat pedagang melihat ada wartawan dengan kamera sedang melakukan peliputan, PKL langsung bergegas membereskan agar tidak terlihat menggangu ketertiban umum.

Baca : Dishub DKI Akan Prioritas Pejalan Kaki Dalam Penataan Tanag Abang

“Bukan sekali dua kali, pedagang langsung geser barangbarang lebih ke pinggir. Harusnya kalau mereka merasa tidak menggangu pejalan kaki tidak perlu minggir, iya kan, harusnya mereka biasa saja, tapi ini seperti ada yang kasih kode begitu,” ucap Alferd.

ANTARA FOTO/RIVAN AWAL LINGGA Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) berdagang di atas trotoar di Tanah Abang, Jakarta, Rabu (18/10/2017). Meskipun sudah ditertibkan, para PKL tersebut masih saja berjualan di atas trotoar dengan alasan harga sewa toko yang sangat mahal.
Alferd mengatakan sesuai regulasi yang berlaku, harusnya bila pada suatu wilayah volume pejalan kaki tinggi, bukan pejalannya yang disalahkan, namun trotoar yang harus ditambah untuk mengakomodir.

Baca : Pejalan Kaki Bikin Macet Tanah Abang, Anies Bilang “Itu Hasil Riset”

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, mengatakan bahwa PKL bukan menjadi biang kemacetan di Tanah Abang, namun justru pejalan kaki. Hasil ini ia dapatkan dari riset dan setelah melihat foto udara dari drone.

Kompas TV Koalisi pejalan kaki mengkritik pernyataan Sandiaga Uno yang mengatakan jika kemacetan di Tanah Abang disebabkan oleh para pejalan kaki.