Bunuh 3 Pria Termasuk Suami, Janda Hitam Divonis Mati

Pengadilan Jepang menjatuhkan vonis mati bagi seorang perempuan berstatus jutawan. Namun, kekayaannya tak didapat dengan cara halal, bahkan menjurus mengerikan.

Pundipundi hartanya didapat dengan cara menjerat kekasihkekasihnya yang lansia, memaksa para korban meminum racun. Setelah semua tewas, ia mendapatkan asuransi jutaan yen dan sejumlah warisan lainnya. Karena itulah ia dijuluki janda hitam (black widow).

Julukan janda hitam yang disandangnya terinspirasi dari labalaba betina yang membunuh pasangannya setelah sanggama.

Pengadilan Distrik Kyoto memvonis mati Chisako Kakehi, nama perempuan itu. Hukuman maksimal tersebut dijatuhkan atas kasus pembunuhan tiga orang, termasuk suami pelaku sendiri.

Perempuan 70 tahun itu juga didakwa melakukan percobaan pembunuhan terhadap orang lain.

Kakehi terkenal karena tindakan sadisnya, memakai racun sianida untuk mengirim sejumlah lansia ke akhirat, lalu merampok harta yang ditinggalkan mendiang.

“Terdakwa membuat korban minum senyawa sianida, dengan niat membunuh, dalam keempat kasus tersebut,” kata Hakim Ayako Nakagawa, seperti dikutip dari The Guardian pada Selasa (7/11/2017)

Hakim Nakagawa menolak argumen pengacara pembela yang mengatakan, Kakehi tidak bisa dimintai pertanggungjawaban hukum karena menderita demensia.

Jaksa mengatakan bahwa Kakehi membunuh orangorang tersebut setelah korban menjadikan si janda hitam itu sebagai penerima manfaat dari asuransi jiwa yang nilainya mencapai jutaan dolar.

Kakehi dilaporkan mengumpulkan satu miliar yen atau US$ 8,8 juta selama lebih dari 10 tahun, namun kemudian kehilangan sebagian besar uangnya dalam spekulasi saham yang gagal.

Dia memiliki hubungan dengan banyak pria, kebanyakan sudah sepuh atau sakitsakitan. Kakehi menjerat calon korban melalui agen kencan, di mana dia dilaporkan mensyaratkan bahwa calon pasangan yang berminat dengannya harus kaya dan tidak memiliki anak.

Kakehi, yang juga dikenal sebagai “The Poison Lady”, dikatakan telah menyimpan beberapa sianida di pot tanaman yang kemudian dibuangnya.

Racun tersebut ditemukan di dalam tubuh setidaknya dua orang yang terlibat hubungan pribadi dengannya dan polisi dilaporkan menemukan jejak sianida di dalam sampah di rumahnya di Kyoto.

Mereka juga menemukan perlengkapan untuk mengelola obatobatan dan bukubuku medis di sebuah apartemen lain miliknya di selatan Kyoto.

Kakehi awalnya menolak untuk berbicara saat persidangan dimulai pada bulan Juni, namun kemudian mengejutkan pengadilan dengan mengakui membunuh suami keempatnya pada tahun 2013.

“Saya membunuhnya… karena dia memberi wanita lain puluhan juta yen tapi tidak memberi saya sepeser pun,” katanya kepada pengadilan, menurut Jiji Press.

Terdakwa sebelumnya mengatakan kepada hakim bahwa dia siap untuk digantung.

“Bahkan jika saya dieksekusi besok, saya akan mati tersenyum,” kata Kakehi kepada hakim.

Namun pengacaranya dilaporkan berencana untuk mengajukan banding ke pengadilan yang lebih tinggi.