Makna Hari dan Tanggal Pernikahan Kahiyang Ayu dalam Primbon

Menurut dosen Program Studi Jawa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) Darmoko, dalam pernikahan Kahiyang dan Bobby dan pernikahan adat Jawa lainnya, perhitunganperhitungan terkait dengan hari dan tanggal yang baik tentu saja dihubungkan dengan bulan. Ada perhitungan dengan bulanbulan di perhitungan Jawa menjadi peredaran candra.

“Sedangkan di dalam primbon, itu implementasi konsep klasifikatoris. Ada hari yang tak baik, ada yang tak boleh laksanakan upacara mantu dan lainnya,” jelasnya.

Sehingga Jokowi, kata Darmoko, sangat memahami bulanbulan tertentu memiliki harihari tak baik (nahas) yang tak boleh untuk melaksanakan mantu. Bulan tersebut menentukan harihari tak baik.

“Bulan ini adalah bulan Safar. Ada hari tak baik untuk mantu, yaitu Senin dan Selasa, tak baik. Sekarang Pak Jokowi mantu di bulan Safar, Alhamdulillah Beliau gunakan Rabu, sehingga bisa dilaksanakan. Pasti ada semacam kisikisi di dalam primbon. Ada ahli yang ditanya oleh Beliau,” kata dia.

Begitu pula saat menentukan momentum perombakan kabinet I dan II, Jokowi memilih hari Rabu, yakni hari yang sama dengan tanggal kelahirannya. “Antara mitos dan realitas ya. Kenyataannya Pak Jokowi so far so good ya,” tuturnya.

Darmoko menegaskan warisan leluhur Jawa masa kuno wajib dibaca, dipahami, dan dirawat, meski ada yang percaya dan ada yang tidak. Kembali pada Jokowi mantu, ada tanggal nahas yang tak boleh untuk mantu di bulan Safar, yakni tanggal 1 dan 20.

“Tetapi dilihat lagi, bulan Safar selain tanggal 1 dan 20 itu baik. Dan Pak Jokowi memilih tanggal 8 itu pasti sudah sesuai pertimbangan, saya pun harus buka catatan lagi,” ucapnya tertawa.